Pangkalan Bun, Nusaborneo.com – Sebuah baliho berisi kritik dan aspirasi masyarakat terkait persoalan listrik dan bahan bakar minyak (BBM) muncul di kawasan sekitar Kantor DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis (30/7/2026). Keberadaan baliho tersebut menarik perhatian warga yang melintas.
Dalam baliho itu, masyarakat menyoroti masih terjadinya pemadaman listrik bergilir serta antrean panjang BBM yang belakangan menjadi keluhan di berbagai wilayah Kobar. Pada bagian bawah baliho tercantum nama Wahyue Bahalap yang mengatasnamakan masyarakat Kotawaringin Barat sebagai penyampai aspirasi.
Pesan yang disampaikan melalui baliho tersebut dinilai sebagai bentuk penyampaian pendapat secara terbuka terhadap persoalan yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Warga berharap pemerintah, DPRD, serta instansi terkait dapat memperkuat koordinasi untuk mencari solusi atas gangguan pasokan listrik dan distribusi BBM yang masih terjadi.
Sejumlah pekan terakhir, masyarakat Kobar memang dihadapkan pada pemadaman listrik bergilir dan antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kondisi itu dinilai mengganggu aktivitas rumah tangga, pelaku usaha, hingga pelayanan publik.
Sebagai lembaga legislatif daerah, DPRD Kobar memiliki fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi yang diharapkan mampu mengawal penyelesaian berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.
Hingga Kamis sore, belum ada keterangan resmi dari DPRD Kobar maupun instansi terkait mengenai kemunculan baliho tersebut. Sementara itu, nama Wahyue Bahalap yang tercantum di dalamnya menyebut baliho tersebut sebagai bentuk aspirasi masyarakat Kotawaringin Barat agar persoalan listrik dan BBM segera mendapat penyelesaian. (Red)













