NasionalOlahragaOtomotif

66 Offroader Adu Nyali di Kejurnas Adventure Offroad Seri 3, Kontingen Kalteng Turunkan 7 Mobil Balap

×

66 Offroader Adu Nyali di Kejurnas Adventure Offroad Seri 3, Kontingen Kalteng Turunkan 7 Mobil Balap

Sebarkan artikel ini

Pasuruan, Nusaborneo.com – Persaingan sengit bakal tersaji pada IMI Kejurnas Adventure Offroad Individual & Non Winch Seri 3 yang digelar di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada 1-2 Agustus 2026. Sebanyak 66 offroader dari berbagai daerah di Indonesia siap beradu kemampuan menaklukkan lintasan ekstrem yang dilaksankan, Sabtu (1/8/2026).

Kontingen Kalimantan Tengah (Kalteng) ikut ambil bagian dengan menurunkan tujuh mobil balap. Seluruh offroader membawa target meraih hasil terbaik sekaligus mengharumkan nama daerah pada ajang nasional tersebut.

Kejurnas seri ketiga kali ini menghadirkan tantangan berbeda. Para peserta dituntut menaklukkan Special Competition Stage (SCS) yang didominasi tanjakan curam dengan karakter tanah lembek dan sedikit keras. Kondisi lintasan seperti itu menuntut perpaduan teknik mengemudi, strategi, dan performa kendaraan agar mampu mencatat waktu terbaik.

Dari kontingen Kalteng, Ketua IOF Kalteng Harry Fernando Toeweh turun langsung melalui tim Kalteng22. Sementara Ketua IOF Kota Palangka Raya, Sigit Wido, juga ikut bersaing bersama tim Hallo Dayak dalam perebutan gelar juara di olahraga otomotif yang dikenal penuh tantangan dan ekstrem tersebut.

Seri ketiga di Pandaan menjadi lanjutan dari putaran sebelumnya yang berlangsung di Jawa Tengah pada Seri 1 dan Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Seri 2 dengan promotor nasional PT Sarana Muda Nusantara (SMN).

Ketua IOF Kalteng Harry Fernando Toeweh melalui Sekretaris Jenderal IOF Kalteng, Jati Asmoro, berharap seluruh offroader asal Kalimantan Tengah mampu tampil maksimal sepanjang perlombaan.

“Semoga seluruh offroader Kalteng dapat memberikan hasil terbaik dan meraih prestasi sehingga bisa membawa nama baik Kalimantan Tengah di ajang Kejurnas Adventure Offroad Seri 3 ini,” ujar Jati Asmoro.

Balapan akan berlangsung selama dua hari dengan berbagai rintangan yang menguji kemampuan peserta. Selain kecepatan, ketepatan dalam membaca karakter lintasan menjadi faktor penting untuk menentukan siapa yang berhak naik podium pada akhir kompetisi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *