NewsPemprov Kalteng

Usai Berjibaku Padamkan Karhutla, Petugas di Kalteng Alami Sakit akibat Kelelahan

×

Usai Berjibaku Padamkan Karhutla, Petugas di Kalteng Alami Sakit akibat Kelelahan

Sebarkan artikel ini
Petugas karhutla saat padamkan api dan mendapatkan perawatan medis. (ist) 

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Di tengah kepungan asap dan panasnya bara api, para petugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus bekerja tanpa mengenal waktu.

Namun, perjuangan itu mulai menguras kondisi fisik mereka.

Setelah hampir sebulan berjibaku memadamkan api di sejumlah lokasi, beberapa petugas Satgas Darat di Kota Palangka Raya mulai mengalami gangguan kesehatan. Mereka harus beristirahat setelah terpapar asap dan debu karhutla dalam waktu yang cukup lama.

Kondisi tersebut dialami petugas gabungan yang setiap hari berada di lapangan, mulai dari BPBD, pemadam kebakaran, Dinas Kehutanan, TNI, Polri hingga relawan kemanusiaan.

Kobaran api masih ditemukan di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya, termasuk kawasan Kameloh Baru. Kebakaran juga terjadi di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, dengan luasan lahan terbakar mencapai ratusan hektare.

Cuaca panas, angin kencang, serta kondisi semak belukar yang kering membuat api mudah menjalar. Petugas pun harus bekerja ekstra keras agar kobaran api tidak merambat ke fasilitas umum dan permukiman warga.

Di tengah upaya pemadaman yang berlangsung siang dan malam, kondisi kesehatan petugas yang tergabung dalam tim satgas darat menjadi perhatian.

Berdasarkan data di lapangan, sedikitnya lima hingga enam petugas Damkar Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah mengalami gangguan kesehatan, hingga akhirnya sakit.

Keluhan yang dirasakan beragam, mulai dari meriang, demam, sakit kepala, batuk hingga sesak napas. Sejumlah petugas bahkan harus mendapatkan penanganan medis.

Salah satunya Bagus, koordinator lapangan relawan Damkar Dinas Kehutanan Kalteng. Selama sekitar 20 tahun mengabdi, ia terbiasa berada di lokasi sulit untuk membantu memadamkan karhutla.

Bagus berulang kali masuk ke kawasan hutan dan lahan yang sulit dijangkau untuk memastikan api tidak semakin meluas.

Namun, kali ini tubuhnya meminta berhenti sejenak.

Sepulang dari tugas pemadaman di Tumbang Nusa, Bagus mengalami sakit kepala hebat disertai sesak napas. Ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Setelah kondisinya membaik, Bagus diperbolehkan menjalani rawat jalan dengan pendampingan tenaga kesehatan yang telah disiapkan.

Bagus, Koordinator Lapangan Relawan Damkar Dinas Kehutanan Kalteng, menjelaskan setelah pulang dari pemadaman di Tumbang Nusa, saya merasakan sakit kepala yang luar biasa.

“Tak hanya saya, beberapa keluhan serupa juga dirasakan sejumlah petugas lainnya,” ujar Bagus, Senin (2/8/2026).

Petugas medis, Antoni, mengatakan beberapa personel yang diperiksa mengalami demam, meriang hingga batuk.

“Beberapa orang yang diperiksa tadi demam, meriang, sama batuk” kata Antoni.

Para petugas yang mengalami gangguan kesehatan untuk sementara diminta tidak turun ke lapangan.

Mereka diminta memulihkan kondisi tubuh sebelum kembali bergabung dalam operasi penanggulangan karhutla.

Bagi para petugas, istirahat bukan berarti menyerah. Setelah kondisi tubuh pulih, mereka berencana kembali membantu pemadaman kebakaran yang hingga kini masih terjadi di sejumlah wilayah Kalteng.

Selain Palangka Raya dan Pulang Pisau, penanganan karhutla juga terus dilakukan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Di balik kepulan asap dan kobaran api yang terlihat dari kejauhan, ada para petugas yang mempertaruhkan tenaga dan kesehatan demi memastikan api tidak mendekati rumah warga. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *