Muara Teweh, Nusaborneo.com – Polres Barito Utara mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan, agar tidak melakukan praktik illegal fishing. Penggunaan bom, racun, hingga setrum untuk menangkap ikan dinilai dapat merusak ekosistem perairan.
Imbauan tersebut disampaikan Polres Barito Utara melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas). Masyarakat diminta menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan serta mematuhi aturan yang berlaku di bidang perikanan.
Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, H. Taufik Nugraha, mendukung langkah kepolisian tersebut. Menurutnya, menjaga kelestarian sumber daya ikan merupakan tanggung jawab bersama.
“Komisi II DPRD Barito Utara sangat mendukung langkah Polres dalam memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan illegal fishing. Kita harus menjaga sumber daya ikan karena ini bukan hanya untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang,” ujar Taufik kepada wartawan di Muara Teweh, Sabtu (8/8/2026).
Taufik menilai penggunaan bom, racun, dan setrum untuk menangkap ikan dapat menimbulkan kerusakan serius terhadap habitat ikan dan ekosistem sungai.
Dia mengajak para nelayan dan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan agar menggunakan metode penangkapan yang legal serta tidak merusak lingkungan.
Masyarakat juga diminta tidak tinggal diam jika menemukan praktik penangkapan ikan menggunakan cara-cara berbahaya.
“Jangan sampai karena ingin mendapatkan hasil yang banyak dalam waktu singkat, lingkungan kita justru rusak. Kalau ekosistem sungai rusak, pada akhirnya masyarakat sendiri yang akan merasakan dampaknya,” tegasnya.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Barito Utara itu berharap pengawasan terhadap aktivitas perikanan terus diperkuat. Menurutnya, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat diperlukan agar sumber daya perikanan tetap terjaga.
“Pengawasan dan edukasi harus berjalan beriringan. Masyarakat perlu memahami bahwa menjaga sungai dan sumber daya ikan berarti menjaga sumber penghidupan untuk jangka panjang,” pungkas Taufik. (Red/at)













