Pemkab Kobar

Kemarau Panjang, Bupati Kobar Ingatkan Warga Waspada Karhutla dan Kabut Asap

×

Kemarau Panjang, Bupati Kobar Ingatkan Warga Waspada Karhutla dan Kabut Asap

Sebarkan artikel ini
Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah.

Pangkalan Bun, Nusaborneo.com – Musim kemarau panjang mulai membawa dampak bagi masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah, sementara kabut asap mulai mengganggu aktivitas warga.

Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, kondisi cuaca yang panas, kering, dan disertai angin membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dipadamkan.

Imbauan tersebut disampaikan Nurhidayah saat meninjau langsung lokasi karhutla di Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Jumat (7/8/2026) malam. Dalam peninjauan itu, dia didampingi tokoh masyarakat Haji Ruslan A.S.

Nurhidayah mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena ancaman karhutla saat ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

“Cuaca saat ini sedang tidak baik. Kita harus meningkatkan kewaspadaan bersama karena karhutla masih terjadi dan asap mulai menyelimuti beberapa wilayah,” kata Nurhidayah.

Dia meminta warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Termasuk membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah sembarangan.

Menurutnya, karhutla di Desa Sungai Tendang menjadi perhatian karena lokasinya berada tidak jauh dari permukiman dan sekolah. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat hingga proses belajar mengajar anak-anak.

Nurhidayah menjelaskan kondisi panas, kekeringan, dan angin menjadi kombinasi yang membuat penanganan karhutla semakin sulit. Terlebih jika api menjalar ke lahan gambut.

Asap yang muncul akibat kebakaran juga berpotensi menurunkan kualitas udara. Karena itu, dia meminta masyarakat lebih memperhatikan kondisi kesehatan, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.

“Kalau memang harus beraktivitas di luar ruangan, kami mengimbau masyarakat menggunakan masker. Kita sama-sama menjaga kesehatan karena kualitas udara mulai menurun akibat asap,” ujarnya.

Bupati juga kembali mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Dia berharap upaya pencegahan tidak hanya dilakukan pemerintah dan petugas pemadam, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama masyarakat.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Jangan pula membakar sampah sembarangan yang bisa memicu kebakaran. Mari kita jaga lingkungan dan permukiman kita bersama,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *