Palangka Raya, Nusaborneo.com – Ratusan warga memadati lokasi pencarian Muhammad Kasyfi Rosadi (12), remaja yang dilaporkan tenggelam di alur Sungai Kahayan, kawasan Pelabuhan Rambang, Palangka Raya. Kerumunan warga membuat pergerakan tim SAR dan petugas gabungan di lokasi menjadi terbatas.
Proses pencarian dilakukan sejak remaja tersebut dilaporkan tenggelam pada Minggu (9/8/2026). Namun, petugas menghadapi kendala karena banyak warga datang dan berkumpul di sekitar lokasi kejadian.
Warga terlihat memenuhi tepian Sungai Kahayan yang memiliki kontur tanah terjal dan labil. Sejumlah warga bahkan berdiri hingga berjongkok di dekat bibir sungai untuk menyaksikan proses pencarian.
Kondisi tersebut membuat akses petugas menuju titik pencarian menjadi sempit. Pergerakan tim relawan maupun peralatan pencarian, termasuk perahu karet, ikut terganggu akibat padatnya warga.
Kepala Bagian Operasi Emergency Response Palangka Raya, Yustinus Exaudi, meminta masyarakat tidak mendekati area pencarian.
“Kami sangat memahami empati masyarakat yang ingin melihat. Namun, mohon dipahami bahwa ini adalah lokasi musibah dengan risiko tinggi,” kata Yustinus di lokasi, Minggu (9/8/2026).
Dia mengatakan tim membutuhkan ruang yang cukup untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Kerumunan warga dikhawatirkan dapat menghambat petugas ketika harus melakukan tindakan cepat.
Selain mengganggu proses pencarian, keberadaan warga di bibir sungai juga dinilai membahayakan keselamatan mereka sendiri. Kondisi tanah di sekitar lokasi cukup miring dan labil sehingga berpotensi longsor atau amblas ke arah sungai.
“Membludaknya warga membuat tim di lapangan kesulitan melakukan pergerakan dengan leluasa. Kami butuh ruang untuk evakuasi cepat,” ujarnya.
Yustinus juga mengingatkan agar warga, terutama anak-anak, tidak berada terlalu dekat dengan tepian sungai. Arus Sungai Kahayan yang kuat membuat warga yang terjatuh ke sungai berada dalam kondisi berbahaya.
“Kami sangat takutkan akan ada penambahan korban jiwa di lokasi pencarian ini. Tolong hargai garis polisi yang sudah dipasang kepolisian. Posisi mereka yang berjongkok tepat di bibir sungai yang runtuh itu sangat berbahaya. Arus di bawah sangat kuat,” tegasnya.
Petugas kepolisian dan pihak kelurahan kemudian terus mengingatkan warga melalui pengeras suara agar mundur dari garis polisi dan menjauh dari bibir sungai.
Meski telah diberikan imbauan, sejumlah warga masih terlihat bertahan di sekitar lokasi. Sementara itu, tim gabungan tetap melanjutkan pencarian terhadap Muhammad Kasyfi Rosadi. (red)













