NewsPemprov Kalteng

Menteri Kehutanan Tinjau Karhutla di Kalteng, Polisi Tetapkan 11 Tersangka

×

Menteri Kehutanan Tinjau Karhutla di Kalteng, Polisi Tetapkan 11 Tersangka

Sebarkan artikel ini
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan Forkopimda meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Petuk Ketimpun, Kota Palangka Raya, Rabu (19/8/2026). (ist)

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, Rabu (19/8/2026).

Peninjauan dilakukan di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, serta Kelurahan Petuk Ketimpun, Kota Palangka Raya.

Dalam kunjungan tersebut, Raja Juli didampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, , serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kapolda Kalteng mengatakan, upaya pemadaman terus dilakukan secara bersama-sama untuk mencegah api merembet ke wilayah lain.

“Polda Kalteng bersama stakeholder berupaya semaksimal mungkin memadamkan api agar tidak meluas,” ujar Iwan.

Selain mengerahkan personel untuk pemadaman, kepolisian juga melakukan penyelidikan terhadap sejumlah kasus karhutla yang terjadi di Kalimantan Tengah.

Menurut Iwan, penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab kebakaran sekaligus mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

Hingga saat ini, Polda Kalteng telah menetapkan 11 orang sebagai tersangka dalam kasus pembakaran lahan.

“Saat ini Polda masih melakukan penyelidikan dan telah menetapkan 11 tersangka pelaku pembakaran,” katanya.

Sementara itu, Raja Juli Antoni mengapresiasi kerja tim gabungan yang berada di lapangan dalam menangani karhutla.

Ia menilai koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu kunci agar penanganan kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan secara maksimal.

“Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan tim dalam memadamkan karhutla. Selalu jaga koordinasi antara teman-teman di daerah bersama kami yang ada di pusat,” ujar Raja Juli.

Pemerintah bersama aparat dan seluruh pemangku kepentingan pun diminta terus memperkuat sinergi dalam upaya penanganan dan pencegahan karhutla di Kalimantan Tengah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *