Pemprov Kalteng

Karhutla Kalteng Turun Drastis, Antisipasi Kebakaran Tetap Diperketat

×

Karhutla Kalteng Turun Drastis, Antisipasi Kebakaran Tetap Diperketat

Sebarkan artikel ini
FOTO: Infografis data karhutla Kalteng 2026 menjadi yang terendah dalam periode 1997–2026. (Ist)

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) sepanjang 2026 tercatat menjadi yang terendah sejak 1997. Meski demikian, pemerintah tetap memperkuat kesiapsiagaan karena ancaman kebakaran masih berpotensi terjadi di tengah kondisi kemarau.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI) dan Kementerian Kehutanan periode Januari hingga 1 Agustus 2026, luas areal karhutla di Kalteng mencapai 7.634,46 hektare.

Angka tersebut menjadi yang terendah dalam catatan karhutla Kalteng sejak 1997. Sebagai pembanding, luas karhutla pada 1997 mencapai sekitar 2 juta hektare, kemudian 295.202 hektare pada 2002 dan 1.722.030 hektare pada 2006.

Pada 2015, karhutla tercatat mencapai 583.833,44 hektare. Sementara pada 2019 luas lahan terbakar mencapai 317.749 hektare dan turun menjadi 165.896,44 hektare pada 2023.

Jika dibandingkan dengan kondisi pada 1997, luas karhutla hingga 1 Agustus 2026 telah turun sekitar 99,62 persen.

Penurunan tersebut menjadi sinyal positif dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Namun, capaian itu tidak membuat pemerintah menurunkan kewaspadaan, terlebih 2026 berada dalam pengaruh El Niño yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Penguatan pemantauan wilayah rawan, pencegahan, kesiapan personel hingga respons cepat di lapangan tetap diperlukan untuk menjaga tren penurunan tersebut.

Presiden RI Prabowo Subianto juga turun langsung memantau penanganan karhutla di Kalteng. Pada 22 Agustus 2026, Prabowo meninjau kondisi karhutla sekaligus memimpin rapat koordinasi bersama Gubernur Kalteng, unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan di Posko Aju Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya.

Dalam rapat tersebut, Presiden menekankan pentingnya pemantauan secara berkelanjutan serta penguatan mitigasi dan sarana prasarana penanganan karhutla.

Dukungan yang disiapkan antara lain penambahan helikopter, peralatan penanganan kebakaran hingga mesin bor untuk memperkuat ketersediaan sumber air di wilayah rawan.

Sehari setelah arahan tersebut, pada 23 Agustus 2026, bantuan dan peralatan tahap pertama mulai tiba di Kalteng.

Kodam XXII/Tambun Bungai turut melakukan survei lokasi pembangunan sumur bor. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk memperkuat ketersediaan sumber air ketika terjadi kebakaran di lapangan.

Pemerintah pusat dan daerah bersama TNI, Polri, pemangku kepentingan serta masyarakat pun terus didorong memperkuat kolaborasi dalam pencegahan dan penanganan karhutla.

Dengan luas karhutla yang mencapai 7.634,46 hektare hingga 1 Agustus 2026, Kalteng untuk sementara mencatat angka terendah sejak 1997. Capaian ini diharapkan dapat dipertahankan dengan meningkatkan pencegahan, kesiapsiagaan, pemantauan serta kecepatan respons terhadap potensi kebakaran. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *