News

Saat Hutan Terbakar, Ketua PP Palangka Raya Ingatkan Nasib Orangutan

×

Saat Hutan Terbakar, Ketua PP Palangka Raya Ingatkan Nasib Orangutan

Sebarkan artikel ini
Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Palangka Raya, Bush Valentino.

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah bukan hanya soal api yang harus dipadamkan. Di balik kepulan asap dan lahan yang terbakar, ada habitat satwa liar yang ikut terancam.

Kondisi itu menjadi perhatian Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Palangka Raya, Bush Valentino. Ia mengajak seluruh pihak tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga menyelamatkan satwa yang terdampak, terutama orangutan.

Bush mengapresiasi kerja keras BPBD, TNI, Polri, relawan terlebih pemerintah daerah yang saat ini berjibaku menangani karhutla dan mencari titik-titik api.

“Jajaran Kodam, Polda, pemerintah dan para relawan sudah bekerja keras di lapangan. Kami mendukung agar orangutan dan satwa lainnya juga bisa terselamatkan dan terlindungi dari karhutla,” kata Bush.

Menurutnya, kebakaran yang melanda kawasan hutan dapat membuat satwa kehilangan tempat tinggal dan sumber makanan. Kondisi tersebut menjadi persoalan lain yang tidak boleh luput dalam penanganan karhutla.

“Jangan sampai ketika api berhasil dipadamkan, kita lupa bahwa ada habitat dan satwa yang ikut menjadi korban,” ujarnya.

Bush menilai penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Pemerintah dan aparat tidak akan bisa bekerja maksimal tanpa dukungan masyarakat serta relawan.

Dia pun mengajak masyarakat ikut membantu dengan cara mendukung petugas yang berada di lapangan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kita berharap semua bisa satu padu, saling mendukung dan mendoakan agar karhutla segera tertangani dengan baik,” tuturnya.

Bush juga memberikan apresiasi kepada TNI, Polda Kalteng, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, serta para relawan yang terus bekerja di tengah kondisi sulit.

Ia berharap sinergi seluruh pihak dapat mempercepat pemadaman sehingga masyarakat kembali aman dan kerusakan lingkungan bisa diminimalkan.

“Harapannya bukan hanya masyarakat yang terlindungi, tetapi lingkungan dan satwa seperti orangutan juga tetap memiliki ruang hidup,” pungkasnya. (red/am)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *