Palangka Raya, Nusaborneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyalurkan bantuan pangan bagi mahasiswa yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kondisi kekeringan selama musim kemarau.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Rabu (16/9/2026).
Sebanyak 3.500 paket sembako disiapkan untuk mahasiswa. Penyaluran dilakukan selama dua hari, yakni 1.800 paket pada Rabu dan 1.700 paket pada Kamis (17/9/2026).
Setiap paket terdiri dari 5 kilogram beras, 1 kilogram gula, dan 2 liter minyak goreng.
Selain sembako, mahasiswa juga mendapatkan sejumlah bantuan pendukung, seperti multivitamin, masker KN95, makanan bergizi berupa kacang hijau dan telur, serta uang transportasi.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Reza Prabowo mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada mahasiswa, khususnya mereka yang berasal dari wilayah pedalaman.
“Ini wujud kepedulian Beliau (Gubernur), khususnya mahasiswa pedalaman,” kata Reza.
Dalam kesempatan tersebut, Agustiar juga berdialog dengan mahasiswa untuk mengetahui secara langsung kondisi dan kebutuhan mereka.
Menurut dia, dialog menjadi salah satu cara pemerintah menyerap aspirasi mahasiswa sekaligus memahami persoalan yang mereka hadapi.
Agustiar meminta mahasiswa tetap bersemangat dalam menempuh pendidikan dan tidak merasa rendah diri karena berasal dari daerah.
Ia menekankan bahwa keberhasilan dapat diraih selama seseorang memiliki kemauan dan tekad untuk terus berusaha.
Selain itu, Agustiar mengingatkan mahasiswa agar menjauhi narkoba, pergaulan bebas, judi online, serta berbagai aktivitas yang dapat berdampak negatif terhadap masa depan.
“Cari hal-hal yang positif. Kalian masih muda, masih ada kesempatan yang lebih luas, jadilah orang yang berguna bagi nusa dan bangsa,” ujar Agustiar.
Ia juga menilai pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Pendidikan, kata dia, dapat membuka wawasan sekaligus menjadi salah satu jalan untuk memutus rantai kemiskinan.
Penanganan dampak karhutla dan kekeringan di Kalteng tidak hanya dilakukan melalui bantuan pangan.
Pemprov Kalteng sebelumnya juga telah mendistribusikan lebih dari 2 juta liter air bersih ke berbagai wilayah yang mengalami kekurangan air selama musim kemarau.
Pemerintah daerah juga membangun depo isi ulang air minum di sejumlah kabupaten sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Di sisi lain, Pemprov Kalteng merekrut sekitar 1.000 relawan yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat untuk membantu penanganan karhutla.
Para relawan tersebut akan bergabung dengan tim yang selama ini telah terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran.
Agustiar mengatakan penanganan karhutla perlu dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya memadamkan api, pemerintah juga perlu memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, mulai dari kesehatan, pangan, pendidikan hingga air bersih.
Kebijakan tersebut tetap dijalankan di tengah kondisi efisiensi anggaran. Pemprov Kalteng mengalokasikan anggaran untuk membantu masyarakat yang terdampak karhutla dan kekeringan. (red)













