BeritaNews

Kapolda Kalteng Soroti Sulitnya Air di Lokasi Karhutla Km 17-23, Sumur Bor Jadi Andalan

×

Kapolda Kalteng Soroti Sulitnya Air di Lokasi Karhutla Km 17-23, Sumur Bor Jadi Andalan

Sebarkan artikel ini
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Kapolresta Palangka Raya saat meninjau lokasi karhutla di Jalan Tjilik Riwut Km 17-23, Palangka Raya.

Palangka Raya, Nusaborboneo.com – Perjuangan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di ruas Jalan Tjilik Riwut Km 17 hingga Km 23, Palangka Raya, tak hanya menghadapi kobaran api. Tim gabungan juga harus berjibaku dengan kendala sumber air yang cukup jauh dari titik kebakaran.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan saat meninjau langsung lokasi karhutla, Kamis (24/9/2026) sore.

Dalam peninjauan itu, Kapolda melihat langsung titik hotspot sekaligus proses pemadaman dan pendinginan yang dilakukan personel gabungan Satgas Karhutla. Ia juga mengevaluasi berbagai kendala yang dihadapi petugas saat berupaya menjinakkan api.

Salah satu persoalan yang ditemukan adalah jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran. Kondisi ini membuat proses pemadaman, terutama di kawasan lahan gambut, menjadi lebih sulit.

“Kita lihat tadi, kendala utama di lapangan adalah sumber air yang cukup jauh dari titik api. Untuk itu kita akan optimalkan penambahan sumur bor di sepanjang Km 17 sampai Km 23 ini agar pemadaman bisa lebih cepat dan efektif,” kata Iwan.

Menurut dia, sumur bor dapat menjadi sumber air terdekat bagi petugas ketika kebakaran kembali muncul. Keberadaan sumber air di dekat titik rawan juga dinilai penting untuk mempercepat proses pemadaman dan pendinginan.

Hal itu menjadi semakin penting karena karakteristik lahan gambut membuat api berpotensi kembali menyala meski kobaran di permukaan telah berhasil dipadamkan. Karena itu, proses pendinginan harus dilakukan secara intensif.

Selain memperkuat ketersediaan sumber air, Iwan meminta jajarannya meningkatkan patroli terpadu dan deteksi dini melalui pemantauan hotspot.

Upaya pencegahan juga dilakukan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan langkah preventif sekaligus mempercepat respons ketika ditemukan titik api.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, jangan membakar lahan dan hutan sembarangan. Mari berjibaku bersama-sama padamkan api, supaya tidak menyebar dan meluas ke segala arah,” ujar Budi.

Penambahan sumur bor di kawasan rawan karhutla diharapkan dapat membantu petugas ketika api kembali muncul. Dengan sumber air yang lebih dekat, proses pemadaman dan pendinginan di lapangan dapat dilakukan dengan lebih cepat. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *