Banjar, Nusaborneo.com – Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, mengecek langsung kesiapan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Karhutla Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Pengecekan dilakukan pada Senin (28/9/2026) untuk memastikan personel dan peralatan penanganan karhutla siap digunakan ketika titik api ditemukan.
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam didampingi Kepala Staf Korem 101/Antasari Kolonel Inf. Roy Fakhrul Rozi, bersama jajaran Satgas Karhutla Terpadu.
Sejumlah hal menjadi perhatian dalam pengecekan, mulai dari kesiapan personel TNI-Polri, BPBD hingga Manggala Agni. Kondisi kendaraan operasional dan peralatan pemadam juga turut diperiksa.
Selain itu, tim memantau pemetaan jalur mitigasi di kawasan lahan gambut serta titik-titik panas (hotspot) yang terdeteksi. Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum api meluas.
Di hadapan personel Satgas, Zainul meminta seluruh anggota tetap sigap saat menjalankan tugas. Namun, kecepatan dalam menangani api juga harus diimbangi dengan keselamatan personel di lapangan.
“Penanganan Karhutla harus dilakukan secara terpadu dan responsif. Lakukan patroli rutin, deteksi dini titik api, dan segera padamkan sebelum meluas. Jangan beri ruang bagi pembakaran lahan,” tegasnya.
Tak hanya mengandalkan petugas di lapangan, Zainul juga mengajak masyarakat ikut mencegah karhutla. Salah satunya dengan tidak membuka lahan menggunakan cara pembakaran.
Upaya pencegahan dan penanganan karhutla menjadi bagian penting untuk menjaga masyarakat Kalsel dari dampak asap sekaligus melindungi kawasan hutan dan lahan gambut.
Kodam XXII/Tambun Bungai menyatakan akan terus mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla bersama unsur terkait di Kalimantan Selatan. (red)













