Pemkab Kapuas

Status Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan Kapuas Diperpanjang Dua Pekan

×

Status Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan Kapuas Diperpanjang Dua Pekan

Sebarkan artikel ini
Bupati Kapuas Wiyatno, Sekertaris Daerah (sekda) Kapuas Usis I Sangkai bersama Unsur Terkait dalam penanganan Karhutla Dan kekeringan, Senin (12/10/2026). (Ist) 

Kuala Kapuas, Nusaborneo.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan selama dua pekan ke depan.

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan serta masukan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pihak terkait.

Hal itu disampaikan Bupati Kapuas HM Wiyatno dalam rapat evaluasi status tanggap darurat bencana kekeringan dan karhutla di Posko Induk BPBD Kapuas, Senin (12/10/2026) malam.

Wiyatno menegaskan, penanganan karhutla dan kekeringan harus tetap menjadi prioritas. Terlebih, masih banyak lahan di wilayah Kapuas yang berpotensi terbakar.

“Status tanggap darurat kita perpanjang dua minggu ke depan. Keputusan ini berdasarkan pertimbangan dan masukan dari Forkopimda serta pihak terkait,” tegas Wiyatno.

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan karhutla. Namun, kondisi cuaca masih menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Karena itu, pihaknya berharap hujan deras segera turun untuk membantu mengatasi kebakaran dan kekeringan.

“Mudah-mudahan hujan deras segera turun sehingga kondisi karhutla dan kekeringan bisa segera teratasi,” harapnya.

Di tengah keterbatasan anggaran, Wiyatno mengingatkan seluruh pihak agar menggunakan dana penanganan bencana secara efektif, tepat sasaran, dan penuh tanggung jawab.

“Ketersediaan anggaran kita terbatas. Karena itu, gunakan dengan baik dan penuh tanggung jawab,” pesannya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana. Mulai dari BPBD, pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, Polri, hingga masyarakat.

Wiyatno menekankan, penanganan karhutla ke depan tidak boleh hanya mengandalkan langkah darurat ketika kebakaran sudah terjadi. Kesiapan personel, sarana, dan prasarana harus dipastikan jauh sebelum memasuki musim rawan kebakaran.

“Ke depan, seluruh sarana dan prasarana harus dipersiapkan dengan baik. Jangan sampai ketika terjadi karhutla, peralatan yang dibutuhkan justru belum siap,” tegasnya.

Dia menginginkan BPBD, pemadam kebakaran, dan MPA memiliki peralatan memadai serta personel terlatih. Dengan demikian, penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat sebelum api meluas.

“Kita harus siap sebelum bencana terjadi. Personel sudah terlatih dan fasilitas harus memadai, sehingga ketika terjadi karhutla semuanya siap bergerak,” tandasnya.

Rapat evaluasi yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas Dr Usis I Sangkai bersama unsur terkait dalam penanganan karhutla dan kekeringan. (red/HP)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *