Pelantikan tersebut menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk melanjutkan berbagai upaya perlindungan perempuan dan anak di Kotim. Forisni sendiri bukan sosok baru di organisasi tersebut. Ia sebelumnya telah memimpin Forum Puspa Kotim selama periode 2022–2026.
Prosesi pengukuhan dan pelantikan dipimpin Sekretaris Forum Puspa Kalimantan Tengah, Wasiat Sidik Pramono, yang hadir mewakili Ketua Puspa Kalteng.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kotim. Kepala dinas, Dr. Achmad Yusi, turut bertindak sebagai ketua panitia pelaksana.
Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kotim Diana Setiawan, S.E., M.A.P., yang mewakili Bupati Kotim, perwakilan Polres Kotim, serta jajaran pengurus Puspa Kalimantan Tengah.
Dalam sambutannya, Wasiat Sidik Pramono memberikan apresiasi terhadap kiprah Forum Puspa Kotim. Menurutnya, keaktifan organisasi tersebut menjadi salah satu yang menonjol dibandingkan sejumlah kabupaten lain di Kalimantan Tengah.
Ia berharap kepengurusan yang baru dapat mempertahankan capaian tersebut sekaligus meningkatkan kerja sama dengan pemerintah daerah. Dengan begitu, keterlibatan masyarakat dalam melindungi perempuan dan anak bisa semakin luas.
Sementara itu, Pj Sekda Kotim Diana Setiawan mengingatkan bahwa perlindungan perempuan dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian pemerintah daerah saat ini adalah ancaman penyalahgunaan narkoba yang semakin menyasar kalangan anak-anak.
“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri dan sangat membutuhkan dukungan semua pihak. Kami berharap pengurus Puspa yang baru dilantik dapat berkontribusi nyata mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga dan anak,” tegas Diana.
Menurutnya, keberadaan Forum Puspa memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah menjalankan berbagai program sosial, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan perempuan dan perlindungan anak.
Pemerintah Kabupaten Kotim pun berharap kepengurusan Puspa periode 2026–2031 dapat segera menyusun program kerja yang konkret dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dengan kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Forisni Aprilista, Forum Puspa diharapkan semakin aktif menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta ramah bagi perempuan dan anak. (shah/rls)













