Pemprov KaltengPendidikan

Belajar di Kelas Makin Interaktif, SMAN 2 Pangkalan Bun Dapat 5 Papan Digital

×

Belajar di Kelas Makin Interaktif, SMAN 2 Pangkalan Bun Dapat 5 Papan Digital

Sebarkan artikel ini
SMA Negeri 2 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menerima bantuan lima unit Papan Interaktif Digital (PID) Tahun 2026 melalui Program Digitalisasi Pembelajaran. (ist)

Pangkalan Bun, Nusaborneo.com – Suasana pembelajaran di SMA Negeri 2 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, bakal semakin menarik. Sekolah tersebut menerima bantuan lima unit Papan Interaktif Digital (PID) pada 2026 melalui Program Digitalisasi Pembelajaran dari pemerintah pusat.

Kehadiran perangkat berbasis teknologi ini diharapkan membawa pengalaman baru bagi guru maupun murid dalam kegiatan belajar mengajar. Tak hanya menyampaikan materi melalui tulisan atau gambar, guru kini memiliki sarana pendukung untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih visual, interaktif, dan kreatif.

Bantuan tersebut menjadi salah satu upaya mendorong transformasi pendidikan agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Bagi SMAN 2 Pangkalan Bun, fasilitas ini juga menjadi kesempatan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan mendorong keterlibatan aktif murid di dalam kelas.

Kepala SMAN 2 Pangkalan Bun, Fitriah, menyambut baik bantuan lima unit Papan Interaktif Digital tersebut. Menurutnya, dukungan fasilitas teknologi ini memiliki arti penting bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Kami keluarga besar SMAN 2 Pangkalan Bun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas bantuan Papan Interaktif Digital Tahun 2026. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam mewujudkan pembelajaran yang lebih modern, interaktif, kreatif, dan menyenangkan bagi murid,” ujar Fitriah, Kamis (29/10/2026).

Dia berharap keberadaan PID dapat membantu guru mengembangkan metode mengajar yang lebih variatif. Materi pelajaran bisa disampaikan dengan cara yang lebih menarik sehingga murid tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

Pemanfaatan teknologi tersebut juga diharapkan membuka ruang bagi murid untuk mengeksplorasi pengetahuan, mengasah kreativitas, serta membangun kemampuan berpikir kritis.

Bagi pihak sekolah, digitalisasi pembelajaran bukan semata-mata menghadirkan perangkat modern ke dalam kelas. Lebih dari itu, teknologi diharapkan menjadi sarana untuk memperluas pengalaman belajar dan membantu guru menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan generasi saat ini.

Atas dukungan tersebut, keluarga besar SMAN 2 Pangkalan Bun turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Direktorat Pendidikan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

Sekolah berharap lima unit Papan Interaktif Digital itu dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan oleh seluruh warga sekolah.

Dengan fasilitas baru tersebut, SMAN 2 Pangkalan Bun berkomitmen terus menghadirkan pembelajaran yang berkualitas sekaligus mempersiapkan generasi muda Kalimantan Tengah agar semakin kompeten, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *