Helikopter tersebut tengah menjalankan misi waterbombing untuk memadamkan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Mendapat kabar kecelakaan tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan langsung mendatangi lokasi kejadian.
Rombongan kemudian menuju RSUD Kuala Pembuang untuk melihat kondisi lima personel yang berhasil selamat. Kelimanya kini masih menjalani perawatan medis.
Mereka adalah Kapten CPN Febri, Letda CPN Fercis, Pratu Gilang, Serka Kadiya, dan Kapten CPN Suganda.
Dalam kunjungannya, Agustiar memberikan dukungan kepada para korban dan mendoakan agar mereka segera pulih. Dia berharap kelima personel tersebut dapat kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing.
Namun, di balik kabar keselamatan lima personel, tiga prajurit lainnya harus kehilangan nyawa dalam tugas. Mereka adalah Kapten CPN Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, Letkol CPN Dudi Firmansyah, dan Sertu Heri Prasetyo.
Atas gugurnya ketiga prajurit tersebut, Agustiar menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
Dia berharap keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
Gubernur juga menyampaikan penghargaan atas pengabdian seluruh prajurit TNI yang telah menjalankan misi penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.
Menurutnya, dedikasi para personel dalam menjalankan tugas kemanusiaan tersebut patut dihargai. Pengabdian mereka menjadi bagian dari upaya melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (red)













