Puruk Cahu, Nusaborneo.com – Tingginya intensitas hujan dalam sepekan terakhir, musibah banjir melanda hampir di seluruh pelosok perkotaan Puruk Cahu sebagai ibu Kota Kabupaten Murung Raya Propinsi Kalimantan tengah .
Berdasarkan hasil pantauan dilapangan, sejak Selasa (16/1) sore, hingga malam hari arus debit air terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan cepat. Bahkan hingga Rebu (17/1) sore banyak pemukiman rumah penduduk setempat seperti di wilayah hungan, Beriwit, jalan Suyitno, Pulo basan, sebagian besar sudah tidak dimungkinkan untuk di tempati lagi dikarenakan terendam banjir.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Murung Raya Rudi Roy saat di hubungi via telepon pada Rabu (17/1) mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan ke beberapa titik terjadinya musibah banjir. Saat ini pihak pemerintah daerah melalui instansi terkait, baik BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan Satpol – PP dengan juga melibatkan dari Satuan Polres Murung Raya, terus melakukan rapat koordinasi guna untuk terus melakukan pemantauan dan penanganan bencana banjir yang terjadi.
“Kami baru saja selesai melakukan rapat koordinasi dengan semua komponen. Sebagai langkah penanganan penanggulangan musibah banjir, kita telah menyalurkan bantuan sosial atau bansos berupa paket sembako untuk meringankan beban tanggungan masyarakat pada saat mengalami musibah banjir,“ pungkas Rudi Roy .
Rudi Roy menambahkan dalam rapat tersebut jika banjir makin parah. pihaknya akan melakukan evakuasi warga, mendirikan tenda tenda penampungan dan dapur umum , serta pos – pos pemantau dan pos pelayanan kesehatan yang di tempatkan di beberapa titik di lokasi banjir.
“Saya berharap agar semua masyarakat untuk tetap lebih mewaspadai segala kemungkinan terjadinya kenaikan debit air yang sulit kita prediksi kan akibat curah hujan tinggi daalam sepekan terakhir. Oleh sebab itu, bagi warga mempunyai anak usia balita agar lebih memperhatikan anak anaknya apalagi dalam keadaan musibah banjir seperti saat ini. Semoga semua keadaan musibah banjir saat ini segera berakhir, dan kita semua dapat kembali beraktifitas menjalani semua rutinitas kerja dengan seperti sedia kalanya ,“ Tutup Rudi Roy. (red/tim)













