Pengajian yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) tersebut mengusung tema ‘Marilah Kita Jadikan Al-Quran sebagai Pedoman dan Petunjuk dalam Menjalani Kehidupan Sehari-hari, Guna Mewujudkan Kalteng Berkah, Maju dan Sejahtera’.
Kegiatan ini dihadiri Ketua TP-PKK Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalteng, serta para muslimah dari lingkungan Diskominfosantik dan organisasi wanita lingkup Pemprov Kalteng. Pengajian tersebut menghadirkan Ustaz Ahmad Al-Habsyi sebagai penceramah.
Dalam sambutannya, Aisyah mengapresiasi semangat para jamaah yang tetap hadir mengikuti pengajian di tengah kondisi udara Kalteng yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran ibu-ibu semua dalam pengajian rutin ini. Meskipun di tengah cuaca yang berkabut, hal tersebut tidak menyurutkan semangat kita untuk berkumpul, mendengarkan tausiah, dan terus memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Aisyah.
Dia juga mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan agar kondisi Kalteng segera membaik. Menurutnya, doa dan kepedulian bersama diperlukan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman tanpa terganggu kabut asap.
“Kita memohon doa agar Kalimantan Tengah bisa kembali pulih, sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti sediakala dan kembali menghirup udara yang bersih serta segar. Semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan,” tuturnya.
Selain mengajak jamaah memperbanyak doa, Aisyah mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan diri dan keluarga selama kondisi udara belum membaik. Dia secara khusus meminta perhatian terhadap anak-anak, lanjut usia, dan kelompok rentan lainnya.
Aisyah mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk meminimalkan dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan.
Dia berharap pengajian rutin gabungan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menjadi sarana memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ustaz Ahmad Al-Habsyi dalam tausiahnya mengajak jamaah memperbanyak zikir sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, zikir juga menjadi salah satu amalan yang dapat menguatkan keimanan ketika umat Islam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Dalam ceramahnya, Ahmad Al-Habsyi merujuk pada kitab Tanqih al-Qaul al-Hatsits bi Syarh Lubab al-Hadits karya Syekh Nawawi Al-Bantani, ulama asal Nusantara. Dia menjelaskan keutamaan kalimat tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir sebagai amalan yang dapat dilakukan umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Zikirnya adalah Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar. Kalimat tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir ini memiliki keutamaan yang luar biasa ketika kita kumandangkan,” jelasnya.
Ahmad Al-Habsyi juga mengajak para jamaah untuk bersama-sama berzikir dan berdoa agar kabut asap yang melanda Kalteng segera berakhir. Dia berharap hujan segera turun sehingga kualitas udara kembali membaik dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.
“Kita minta kepada Allah dengan kekuatan zikir ini, mudah-mudahan Kalimantan Tengah segera diturunkan hujan, asap dan kabut segera hilang, serta Allah SWT menghadirkan pertolongan bagi kita semua,” ucapnya.
Dia turut mengingatkan pentingnya dukungan spiritual bagi petugas dan seluruh pihak yang berjuang menangani karhutla di lapangan. Menurutnya, masyarakat dapat memberikan dukungan melalui doa agar upaya penanganan bencana berjalan lancar.
“Jangan biarkan para pejuang yang sedang bekerja di lapangan berjuang sendirian. Kita bantu dengan kekuatan doa. Karena yakinlah, doa memiliki kekuatan yang luar biasa,” pesannya.
Melalui pengajian rutin gabungan ini, Pemprov Kalteng berharap nilai-nilai keagamaan semakin tertanam dalam kehidupan para muslimah. Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat ukhuwah Islamiah, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan daerah.
Upaya tersebut sejalan dengan harapan mewujudkan Kalimantan Tengah yang Berkah, Maju dan Sejahtera. (red)













