Muara Teweh, Nusaborneo.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara menegaskan kesiapannya mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih sebagai bagian dari program strategis nasional. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, melalui sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan pada rapat Satgas Percepatan Operasional Kopdeskel Merah Putih tahun 2025, Rabu (26/11/2025) di Aula Setda Lantai I.
Bupati menekankan bahwa Kopdeskel Merah Putih merupakan agenda penting yang lahir dari Instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 dan harus segera diwujudkan secara konkret di daerah. Namun saat ini, dari 96 koperasi yang sudah terbentuk di Barito Utara, baru 6 unit yang benar-benar berjalan aktif.
“Ini bukan hanya persoalan administratif, tetapi tantangan kerja nyata bagi kita semua. Perlu strategi dan percepatan agar seluruh desa dan kelurahan dapat mengoperasikan koperasi sesuai potensi wilayahnya,” tegas Bupati dalam sambutan tertulisnya.
Rapat Satgas ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menyiapkan langkah taktis untuk percepatan operasionalisasi Kopdeskel Merah Putih. Bupati meminta Satgas bekerja lebih agresif — mulai dari pemetaan potensi desa, pembinaan teknis, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan.
Selain meningkatkan koordinasi lintas sektor, Satgas juga diminta turun langsung ke lapangan guna mendorong koperasi yang belum berjalan agar segera aktif dan produktif.
“Kita ingin koperasi ini benar-benar memberi manfaat ekonomi bagi warga, meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja, hingga menekan angka pengangguran dan kemiskinan,” lanjutnya.
Kepala Dinas Nakertranskop-UKM Barito Utara, M Mastur, dalam laporannya menyebutkan bahwa pelaksanaan rapat Satgas mengacu pada tiga dokumen utama:
- Instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025
- SK Bupati Nomor 188.45/457/2025 terkait pembentukan Satgas
- DPA/DPPA Disnakertranskop-UKM Tahun Anggaran 2025
Mastur menjelaskan, forum tersebut menjadi ruang menentukan langkah komprehensif percepatan, memperkuat sinergi antarinstansi, serta merumuskan solusi terhadap kendala teknis dan administratif di lapangan.
Sebanyak 40 peserta hadir dalam rapat yang dipimpin Wakil Bupati, didampingi Asisten Sekda dan Kepala Disnakertranskop-UKM, serta diikuti camat se-Barito Utara, Dekopinda, APDESI, Ikatan Notaris, hingga OPD teknis terkait.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh Kopdeskel Merah Putih di Barito Utara aktif operasional pada tahun 2025. Jika berjalan optimal, koperasi diharapkan menjadi motor ekonomi baru di tingkat desa dan kelurahan, terutama dalam pemberdayaan usaha masyarakat dan pengembangan sektor produktif desa.
Program ini diyakini menjadi bagian penting dalam transformasi ekonomi berbasis komunitas, sejalan dengan instruksi nasional untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa. (red)













