Pemkab Mura

Bupati Heriyus Targetkan Varietas Padi Lokal Murung Raya Terdaftar Nasional

×

Bupati Heriyus Targetkan Varietas Padi Lokal Murung Raya Terdaftar Nasional

Sebarkan artikel ini
Suasana Panen padi gogo oleh Bupati Murung Raya, Heriyus bersama Forkopimda dan masyarakat, di Desa Karali, Kecamatan Tanah Siang, Sabtu (11/04/2026). (ist)

Puruk Cahu, Nusaborneo.com – Pemerintah Kabupaten Murung Raya semakin serius memperkuat sektor pertanian berbasis potensi lokal. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan panen bersama padi gogo di Desa Karali, Kecamatan Tanah Siang, yang menjadi bagian dari uji coba varietas padi gogo tahun anggaran 2025.

Kegiatan yang melibatkan Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanik) Murung Raya bersama Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) ini tidak sekadar panen, tetapi juga langkah strategis untuk menemukan varietas padi unggul yang sesuai dengan kondisi lahan setempat.

Kepala Distanik Murung Raya, Sri Karyawati, menjelaskan bahwa uji varietas dilakukan di tiga kecamatan, yakni Murung, Tanah Siang, dan Tanah Siang Selatan, dengan melibatkan sejumlah kelompok tani. Fokusnya adalah mengidentifikasi varietas padi gogo yang mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim, tahan terhadap hama dan penyakit, serta memiliki produktivitas tinggi.

“Melalui uji ini, kita ingin mendapatkan varietas yang benar-benar cocok dengan karakter lahan di Murung Raya. Target akhirnya adalah mendaftarkan varietas tersebut sebagai varietas unggul lokal ke Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Bupati Murung Raya, Heriyus, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap agenda besar nasional dalam mewujudkan swasembada pangan. Ia mengapresiasi kolaborasi dengan IPB, termasuk keterlibatan mahasiswa yang turut melakukan penelitian langsung di lapangan.

Menurut Heriyus, pola tanam padi gogo di Murung Raya yang selama ini hanya sekali panen dalam setahun perlu diubah. Ia mendorong peningkatan intensitas tanam menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan tanpa harus membuka hutan baru.

“Kalau ini berhasil, kita tidak perlu lagi membuka lahan dengan cara membakar. Kita cukup maksimalkan lahan yang sudah ada, sehingga lebih ramah lingkungan dan efisien,” tegasnya saat panen raya padi gogo, Sabtu (11/04/2026).

Selain itu, Heriyus juga menyoroti pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam memanfaatkan lahan yang tersedia. Ia menilai masih banyak lahan produktif yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Tidak hanya fokus pada padi, pemerintah daerah juga mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelompok tani untuk mengembangkan sektor pertanian lain seperti kakao, hortikultura, hingga peternakan. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kelompok tani harus memiliki legalitas yang jelas, termasuk akta notaris, agar dapat mengakses program dan dukungan anggaran pemerintah.

Heriyus optimistis, dengan langkah terarah dan kolaborasi berkelanjutan, Murung Raya dapat memiliki varietas padi unggul lokal yang terdaftar secara resmi paling lambat tahun 2027. Keberadaan varietas tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras di daerah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *