Jakarta, Nusaborneo.com – Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, menghadiri Pertemuan Nasional Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) se-Indonesia yang berlangsung di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Kehadiran Rahmanto dalam forum tersebut tidak hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya. Ia menyebut pertemuan ini menjadi ruang penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyatukan langkah alumni PTKIN dari berbagai daerah.
“Pertemuan nasional ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menyatukan visi alumni PTKIN se-Indonesia,” ujarnya saat dihubungi wartawan.
Kegiatan yang digelar selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 April 2026 ini, menjadi ajang konsolidasi besar pertama yang mempertemukan para ketua alumni PTKIN dari seluruh Indonesia. Rahmanto menilai, momen ini memiliki nilai historis dalam perjalanan pendidikan Islam di Tanah Air.
Menurutnya, jaringan alumni PTKIN yang tersebar di berbagai sektor memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan keagamaan yang semakin kompleks.
“Ini adalah momentum bersejarah. Seluruh ketua alumni PTKIN bisa berkumpul dan menyatukan kekuatan. Potensi ini harus diarahkan agar memberi dampak nyata bagi kemajuan pendidikan Islam dan bangsa,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap forum tersebut dapat menjadi wadah kolaborasi lintas generasi alumni dalam menghadapi dinamika sosial, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan keumatan.
Rahmanto menegaskan, jika disinergikan dengan baik, kekuatan alumni dapat menjadi energi strategis dalam mendukung pembangunan nasional.
“Kekuatan alumni di berbagai bidang akan menjadi energi besar jika dipersatukan. Ini bukan hanya untuk kepentingan keumatan, tetapi juga memperkokoh kebangsaan dan mendukung pembangunan Indonesia,” terangnya.
Di akhir pernyataannya, Rahmanto berharap pertemuan nasional ini menjadi tonggak baru dalam memperkuat peran alumni PTKIN sebagai agen perubahan, penjaga moderasi beragama, serta mitra strategis pemerintah.
“Semoga ini menjadi langkah awal memperkuat peran alumni sebagai agen perubahan yang mampu membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing,” pungkasnya. (red/tim)













