Muara Teweh, Nusaborneo.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia kembali mendapat dukungan dari DPRD. Anggota DPRD Barito Utara, Rujana Anggraini, menyampaikan apresiasi atas digelarnya Pelatihan Operator Alat Berat Excavator dan Dump Truck Tahun 2026 yang diinisiasi Disnakertranskop UKM melalui UPT Balai Latihan Kerja (BLK).
Pelatihan tersebut secara resmi dibuka pada Jumat (23/01/2026) di Aula Disnakertranskop UKM Barito Utara dan menjadi salah satu program peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, khususnya untuk sektor strategis seperti infrastruktur dan pertambangan.
Saat dimintai tanggapan pada Sabtu (24/01/2026), Rujana Anggraini menilai pelatihan ini sebagai langkah tepat dan berorientasi masa depan. Menurutnya, kebutuhan industri terhadap tenaga operator alat berat yang kompeten terus meningkat, sehingga pelatihan semacam ini sangat relevan.
“Program ini patut diapresiasi. DPRD tentu mendukung kebijakan pemerintah daerah yang fokus menyiapkan tenaga kerja lokal agar memiliki keterampilan, profesionalisme, dan daya saing tinggi,” ungkap Rujana.
Ia menambahkan bahwa manfaat pelatihan tidak hanya dirasakan dari sisi peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga berdampak langsung pada perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat Barito Utara. Dengan tenaga kerja yang siap pakai, peluang penyerapan di berbagai sektor diharapkan semakin terbuka dan berdampak positif terhadap perekonomian daerah.
Pelatihan ini diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari Kabupaten Barito Utara, dengan pembagian 16 orang operator excavator dan 16 orang operator dump truck. Selama 20 hari, peserta akan menerima materi teori dan praktik di LPK Kuat Perkasa Abadi, Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, meliputi pengenalan alat berat, teknik pengoperasian, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta praktik lapangan.
Sementara itu, Kepala UPT BLK Disnakertranskop UKM Barito Utara, Akurnadi, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membentuk tenaga kerja yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki sikap kerja yang baik, disiplin, serta memahami standar keselamatan kerja. Para peserta juga diberikan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan yang diserahkan secara simbolis.
Akurnadi menambahkan, sepanjang Tahun Anggaran 2026 pihaknya telah menyiapkan berbagai program pelatihan lanjutan, di antaranya pelatihan las, bubut, kelistrikan, mekanik roda dua, menjahit lanjutan, hingga operator komputer muda. Langkah ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan kemandirian tenaga kerja lokal. (red)













