Palangka Raya, Nusaborneo.com – Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah (Dispursip Kalteng) kembali memanfaatkan ruang publik sebagai sarana pembelajaran kreatif melalui kegiatan Kelas Inspirasi, Jumat (12/12/2025).
Kali ini, halaman kantor Dispursip Kalteng menjadi ruang belajar terbuka bagi 30 anak TK Kristen Rajawali Sakti 3 Palangka Raya yang mendapatkan edukasi langsung dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palangka Raya.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB di halaman kantor Dispursip Kalteng, Jalan AIS Nasution No. 11, dirancang untuk menanamkan kesadaran akan bahaya kebakaran serta langkah-langkah pencegahan sejak usia dini.
Selain itu, anak-anak juga diperkenalkan dengan profesi pemadam kebakaran sebagai pekerjaan mulia yang mengedepankan keberanian dan kepedulian sosial.
Kepala Dispursip Kalteng, Adiah Chandra Sari, mengatakan bahwa perpustakaan modern harus mampu menjadi pusat literasi dalam arti luas.
“Perpustakaan tidak hanya soal membaca buku, tetapi juga ruang belajar kehidupan. Melalui Kelas Inspirasi, anak-anak diperkenalkan dengan beragam profesi yang memberi nilai edukatif dan membangun karakter, seperti pemadam kebakaran,” tuturnya.
Edukasi dipandu oleh Agnes bersama tim Damkar Palangka Raya dengan pendekatan interaktif dan menyenangkan. Anak-anak diajak mengenal potensi bahaya api, cara sederhana mencegah kebakaran, serta diperlihatkan berbagai perlengkapan pemadam seperti pakaian pelindung, sepatu khusus, hingga selang air. Tidak hanya siswa, para orang tua dan pegawai Dispursip Kalteng juga memperoleh pengetahuan tambahan, khususnya terkait penanganan kebocoran tabung gas melalui simulasi langsung.
Antusiasme peserta semakin terlihat saat sesi praktik pemadaman api menggunakan peralatan Damkar. Kehadiran mobil pemadam menjadi daya tarik tersendiri, bahkan menutup kegiatan dengan suasana ceria ketika anak-anak bermain air dari selang dan bergerak mengikuti irama bersama para guru.
Melalui program ini, Dispursip Kalteng berharap Kelas Inspirasi dapat terus berlanjut dan menghadirkan beragam profesi lainnya. Sinergi antarinstansi dinilai penting untuk memperluas literasi kebencanaan sekaligus menumbuhkan generasi yang lebih sadar akan keselamatan dan tanggap terhadap risiko bencana. (red/foto:ist)













