Muara Teweh, Nusaborneo.com – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Patih Herman AB, mengapresiasi sosialisasi kemetrologian yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Barito Utara di SMPN 2 Muara Teweh, Rabu (19/8/2026).
Menurut Patih, kegiatan tersebut penting untuk mengenalkan metrologi legal kepada generasi muda sekaligus menanamkan nilai kejujuran dalam aktivitas perdagangan sejak usia sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi kemetrologian yang dilakukan Disdagrin Barito Utara. Ini merupakan langkah positif untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak sejak dini tentang pentingnya ketepatan alat ukur dalam perdagangan,” ujar Patih.
Ia menjelaskan, metrologi legal tidak hanya berkaitan dengan penggunaan dan ketepatan alat ukur. Lebih dari itu, pemahaman mengenai pengukuran juga berkaitan dengan perlindungan konsumen serta terciptanya transaksi yang adil antara penjual dan pembeli.
Karena itu, Patih menilai edukasi mengenai pentingnya ketepatan ukuran dan takaran perlu diberikan sejak dini.
“Anak-anak ini nantinya akan menjadi bagian dari masyarakat dan dunia usaha. Kalau sejak dini sudah memahami pentingnya kejujuran dalam pengukuran dan perdagangan, tentu akan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat ke depan,” katanya.
Patih berharap sosialisasi serupa tidak hanya dilakukan di SMPN 2 Muara Teweh, tetapi dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain di Kabupaten Barito Utara.
Menurut dia, semakin banyak siswa yang memahami metrologi legal, semakin besar pula peluang terbentuknya masyarakat yang sadar akan pentingnya ketepatan ukuran dan takaran dalam transaksi.
Ia juga menilai kegiatan tersebut dapat mendukung upaya mewujudkan Barito Utara sebagai daerah tertib ukur. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga memahami hak mereka untuk memperoleh barang sesuai ukuran atau takaran yang sebenarnya.
“Edukasi seperti ini jangan berhenti di satu sekolah saja. Kalau memungkinkan, sosialisasi dilakukan secara bertahap ke sekolah-sekolah lain sehingga semakin banyak generasi muda yang memahami metrologi legal,” ungkapnya.
Selain itu, Patih mengajak para siswa yang mengikuti sosialisasi untuk membagikan pengetahuan yang mereka peroleh kepada orang tua dan anggota keluarga.
Dengan cara tersebut, informasi mengenai metrologi legal diharapkan dapat menyebar lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita berharap para siswa menjadi penyambung informasi di lingkungan keluarga masing-masing. Dengan begitu, budaya jujur dalam pengukuran dan perdagangan dapat tumbuh sejak dini,” pungkasnya. (red/at)













