Muara Teweh, Nusaborneo.com – DPRD Kabupaten Barito Utara mendukung keputusan Bupati Barito Utara H Shalahuddin menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Masyarakat juga diminta mematuhi surat edaran (SE) bupati yang melarang pembakaran hutan dan lahan.
Anggota DPRD Barito Utara Ardianto mengatakan penetapan status siaga darurat menjadi langkah penting untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan bersama-sama sebelum kebakaran meluas.
“Kami di DPRD tentu mendukung langkah Bupati menetapkan status siaga darurat dan mengeluarkan surat edaran terkait larangan membakar hutan dan lahan. Ini harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh masyarakat dan pelaku usaha,” kata Ardianto, Sabtu (15/8/2026).
Politisi Partai Demokrat itu menilai karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan. Kebakaran juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat hingga aktivitas sosial dan perekonomian.
Ardianto yang juga Sekretaris Komisi II DPRD Barito Utara meminta warga tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Terlebih, kondisi cuaca yang berpotensi memicu kebakaran membuat api lebih mudah menjalar.
“Api yang awalnya kecil bisa dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan. Karena itu, jangan membuka lahan dengan cara membakar,” ujarnya.
Dia juga meminta pemerintah kecamatan, kelurahan hingga desa memperkuat sosialisasi terkait bahaya dan larangan pembakaran lahan.
Menurut Ardianto, edukasi harus dilakukan hingga tingkat masyarakat paling bawah. Peran camat, lurah, kepala desa dan perangkat terkait dinilai penting untuk mencegah terjadinya karhutla.
“Imbauan ini harus sampai ke tingkat bawah. Kepala desa, lurah, camat dan perangkat terkait perlu terus memberikan edukasi kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat baru memahami bahayanya setelah terjadi kebakaran,” katanya.
Selain sosialisasi, Ardianto mendorong masyarakat peduli api (MPA), relawan serta unsur terkait meningkatkan pemantauan di wilayah yang rawan terjadi kebakaran.
Dia juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla. Langkah cepat dinilai penting agar api dapat ditangani sebelum meluas.
“Yang paling penting adalah kesadaran dan kepedulian bersama. Mari kita jaga Barito Utara agar terhindar dari karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar,” pungkas Ketua Badan Kehormatan DPRD Barito Utara tersebut. (red/at)













