Pemprov Kalteng

Edy Pratowo Soroti ODOL Penyebab Jalan Rusak

×

Edy Pratowo Soroti ODOL Penyebab Jalan Rusak

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo.

Palangka Raya, Nusaborneo.com  – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo, menegaskan bahwa pengawasan terhadap angkutan barang Over Dimension Over Loading (ODOL) harus diperketat sebagai langkah konkret menekan angka kerusakan jalan di wilayah provinsi.

Pernyataan ini disampaikan Edy menanggapi data terbaru yang menyebutkan Kalimantan Tengah memiliki ruas jalan nasional rusak terpanjang di Indonesia, yakni 191,56 kilometer. Sebagian besar kerusakan terjadi di jalur poros tengah penghubung wilayah Kotawaringin–Barito.

“Seperti yang disampaikan Pak Gubernur, salah satu upayanya adalah menertibkan angkutan ODOL. Jangan sampai overload. Itu dilakukan supaya pengawasan terpadu terus dijalankan,” ujar Edy, Kamis (30/10/2025).

Ia menjelaskan, mayoritas kendaraan pengangkut hasil tambang dan perkebunan di Kalteng masih menggunakan pelat luar daerah, sehingga menyulitkan proses pemantauan tonase. Pemerintah daerah tengah mendorong penyesuaian sistem registrasi kendaraan agar pengawasan lebih efektif.

“Selama ini kebanyakan kendaraan yang melintas itu berpelat luar. Kalau bisa, sistem pelat kendaraan diubah agar bisa kita pantau tonasenya,” jelasnya.

Edy juga menambahkan, koordinasi antara pemerintah daerah dan balai jalan nasional tetap berjalan intensif. Meski anggaran infrastruktur berada di kementerian, Pemprov Kalteng terus mengusulkan perbaikan dan pembangunan ruas strategis melalui jalur kementerian teknis. (Mda).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *