Pemprov Kalteng

Gubernur Kalteng Lepas 626 Pemudik, Harapan Pulang Kampung Tanpa Beban

×

Gubernur Kalteng Lepas 626 Pemudik, Harapan Pulang Kampung Tanpa Beban

Sebarkan artikel ini
Suasana pelepasan Mudik Gratis oleh Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran didampingi Wagub Edy Pratowo, Plt Sekda Leonard S Ampung, bersama unsur Forkopimda, di kawasan Bundaran Besar pada Rabu (18/03/2026). (ist) 

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Suasana hangat dan penuh harap menyelimuti kawasan Bundaran Besar, Rabu sore (18/3/2026), saat ratusan warga bersiap kembali ke kampung halaman.

Di tengah keramaian itu, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo, Plt Sekda Leonard S Ampung Kepala OPD serta jajaran Forkopimda, secara resmi melepas program mudik gratis yang tahun ini mengangkut 626 orang.

Tak sekadar seremoni, momen pelepasan terasa lebih humanis ketika para pemudik mulai dari keluarga muda hingga orang tua, melambaikan tangan dari dalam bus, menyiratkan kerinduan yang akan segera terobati. Sebagian tampak haru, membayangkan pertemuan dengan sanak saudara di kampung.

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar mengingatkan para sopir untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Ia menekankan agar tidak terburu-buru di jalan dan beristirahat jika kelelahan.

“Keselamatan adalah yang utama. Jangan memaksakan diri di perjalanan,” pesannya.
Tak hanya kepada sopir, perhatian juga ditujukan kepada para penumpang.

Gubernur mengimbau agar seluruh pemudik menjaga ketertiban dan kesehatan selama perjalanan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Ia juga meminta petugas memberikan pelayanan terbaik dengan pendekatan yang ramah dan humanis.

Sebanyak 18 unit bus disiapkan untuk mengantar para pemudik ke berbagai tujuan, seperti Pangkalan Bun, Sampit, Buntok, Muara Teweh, Pangkoh, hingga ke luar provinsi menuju Banjarmasin.

Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran bersama keluarga tanpa terbebani biaya transportasi.

Plt Sekda Leonard S Ampung menyebutkan, mudik gratis ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya biaya perjalanan saat musim mudik.

“Program ini hadir agar masyarakat bisa pulang kampung dengan lebih tenang, tanpa harus memikirkan ongkos yang tinggi,” ujarnya.

Di balik deru mesin bus yang mulai bergerak meninggalkan Bundaran Besar, tersimpan doa dan harapan. Bagi ratusan pemudik itu, perjalanan kali ini bukan sekadar pulang—melainkan kembali ke pelukan keluarga, membawa cerita dan rindu yang akhirnya terjawab. (red/am)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *