Palangka Raya, Nusaborneo.com – Momentum peringatan Nuzulul Quran dimanfaatkan oleh Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, untuk mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan serta mempererat tali silaturahmi di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama sekaligus peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah yang digelar di Aula Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, Selasa (10/3/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menandai turunnya Al Quran sebagai pedoman hidup bagi umat manusia.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Al Quran tidak hanya menjadi panduan dalam beribadah, tetapi juga dalam membangun kehidupan sosial, berbangsa, dan bernegara.
“Peristiwa turunnya Al Quran mengingatkan kita bahwa kitab suci ini adalah cahaya yang menerangi kehidupan. Al Quran menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan beragama, bermasyarakat, serta menjaga persatuan bangsa,” ujar Agustiar Sabran.
Ia juga menekankan bahwa semangat kebersamaan dan persatuan sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks. Tantangan tersebut, lanjutnya, meliputi perubahan global, perkembangan teknologi digital, hingga dinamika geopolitik dunia yang dapat berdampak pada kehidupan masyarakat.
“Dengan kebersamaan dan persatuan, kita memiliki kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut demi kemajuan daerah, bangsa, dan negara,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya, Prof. H. Ahmad Dakhoir, menyampaikan bahwa salah satu ciri manusia yang kembali kepada fitrah adalah memiliki keyakinan kuat dalam kebaikan serta tidak merasa takut dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran.
Selain itu, ia juga menyebut bahwa orang yang kembali kepada fitrah akan memiliki kejelasan tujuan hidup serta doa-doanya lebih mudah dikabulkan.
Sementara itu, penceramah dalam kegiatan tersebut, Ustadz H. Muhammad Al Ghifari, dalam tausiyahnya mengingatkan pentingnya kedekatan umat Islam dengan Al Quran. Ia menyampaikan bahwa orang yang menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup akan memperoleh kemuliaan, kebahagiaan, dan ketenteraman dari Allah SWT.
Sebaliknya, jika seseorang menjauh dari Al Quran, maka kehidupan yang dijalani berpotensi dipenuhi kegelisahan meskipun memiliki berbagai kenikmatan dunia.
“Surga sangat merindukan empat golongan manusia, yang pertama dan yang terakhir adalah orang-orang yang senantiasa membaca Al Quran,” ungkapnya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, unsur Forkopimda atau perwakilan, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung, Ketua MUI Kalteng Prof. K.H. Khairil Anwar, para kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, pimpinan perguruan tinggi, organisasi masyarakat Islam, alim ulama, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. (red/am)













