Didampingi Ketua TP PKK Hj. Maya Savitri, serta Wakil Bupati Felix Sonadi Y. Tingan bersama Ketua GOW Mira Apriantynada Felix, Bupati menyambut langsung masyarakat yang datang bersilaturahmi. Senyum, sapa, dan jabat tangan menjadi pemandangan yang menghangatkan suasana, mencerminkan kedekatan antara pemimpin dan warganya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Sekretaris Daerah beserta Ketua DWP, para kepala perangkat daerah, ulama, tokoh agama, cendekiawan, hingga masyarakat umum.
Dalam sambutannya, H. Shalahuddin mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum penting untuk memulai perubahan diri ke arah yang lebih baik.
“Marilah kita senantiasa bersyukur atas limpahan rahmat Allah SWT. Kita masih diberi kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk menyelesaikan Ramadan hingga hari kemenangan ini,” ujarnya dengan penuh ketulusan.
Ia menekankan bahwa Ramadan sejatinya adalah proses pembentukan karakter. Bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama.
“Ramadan bukan sekadar mengubah rutinitas, tetapi membentuk akhlak. Dan Idulfitri bukanlah garis akhir, melainkan titik awal perjalanan baru dalam memperbaiki diri,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan menjalani Ramadan tidak hanya diukur dari intensitas ibadah selama sebulan penuh, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai kebaikan itu terus hidup dalam keseharian.
Ia pun mengajak masyarakat untuk menjaga semangat tersebut dalam kehidupan, baik di lingkungan keluarga, pekerjaan, maupun dalam interaksi sosial.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh masyarakat Barito Utara.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Barito Utara, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.
Ia berharap kebahagiaan Idulfitri membawa keberkahan, kesehatan, serta kemudahan rezeki bagi seluruh masyarakat.
Open house tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang kebersamaan yang mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Dalam suasana penuh kekeluargaan, perbedaan seolah mencair, digantikan oleh rasa persaudaraan dan harapan akan masa depan yang lebih baik. (red/at)













