Sampit, Nusaborneo.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Soren, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali menjadi perhatian. Api yang membakar area perkebunan masyarakat dilaporkan mulai sulit dikendalikan.
Wakil Bupati Kotim Irawati langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari Kepala Desa Soren. Ia bersama Kapolsek dan Regu 4 mengecek kondisi kebakaran sekaligus ikut melakukan upaya pemadaman.
“Mendapat laporan dari Pak Kepala Desa Soren terkait kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di area perkebunan masyarakat dan kondisinya mulai tidak terkendali. Menindaklanjuti laporan tersebut, saya bersama Bapak Kapolsek dan Regu 4 langsung bergerak menuju Desa Soren untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus melakukan upaya penanganan dan pemadaman,” kata Irawati, Kamis (13/8/2026).
Karhutla di Soren bukan kali ini mendapat penanganan serius. Kawasan Soren dan Camba sebelumnya juga menjadi lokasi penanganan dari udara. BNPB bahkan mengerahkan dua helikopter water bombing untuk membantu memadamkan api.
Ancaman karhutla di Kecamatan Kota Besi juga terlihat dari banyaknya titik panas. Pada 9 Juli 2026, tercatat 32 titik panas di Kotim dan seluruhnya berada di Kecamatan Kota Besi.
Dari jumlah tersebut, 21 titik panas terdeteksi di Desa Soren, sedangkan 11 titik lainnya berada di Desa Camba.
Kondisi lahan yang kering membuat api berpotensi cepat menjalar. Karena itu, penanganan karhutla membutuhkan gerak cepat dan keterlibatan berbagai unsur.
Irawati mengapresiasi personel yang langsung bergerak ke lokasi. Dia menilai penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi.
“Saya mengapresiasi gerak cepat seluruh tim yang terlibat. Dalam situasi karhutla seperti ini, sinergi antara pemerintah daerah, Polri, BPBD, pemerintah desa, masyarakat, PT GAP serta seluruh unsur terkait sangat penting agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari PT Globalindo Alam Perkasa (GAP). Perusahaan tersebut sebelumnya mengerahkan tim pemadam untuk membantu menangani karhutla di Soren.
Tim pemadam perusahaan bahkan disebut melakukan penanganan hingga hampir 24 jam untuk mengatasi kebakaran.
Selain petugas dan perusahaan, Irawati meminta masyarakat ikut berperan mencegah meluasnya karhutla. Warga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman karhutla. Keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap. Laporan cepat dinilai dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum api semakin meluas.
Pemkab Kotim menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, BPBD, pemerintah desa, perusahaan dan masyarakat selama masa rawan karhutla.
Irawati berharap sinergi tersebut dapat mempercepat pemadaman di Desa Soren dan mencegah api merembet ke wilayah lain. Keselamatan warga dan kelestarian lingkungan, kata dia, harus menjadi prioritas dalam menghadapi ancaman karhutla. (red)













