News

Terjebak Karhutla, Induk dan Bayi Orangutan Diselamatkan dari Pohon yang Terbakar

×

Terjebak Karhutla, Induk dan Bayi Orangutan Diselamatkan dari Pohon yang Terbakar

Sebarkan artikel ini
Tim Rescue BKSDA Kalteng bersama tim medis OFI memeriksa induk dan bayi orangutan setelah dievakuasi dari lokasi karhutla di Sampit, Kotawaringin Timur.

Sampit, Nusaborneo.com – Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalanbun bersama Orangutan Foundation International (OFI) mengevakuasi dua individu orangutan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Kedua orangutan tersebut merupakan seekor induk dan anaknya yang masih bayi. Keduanya ditemukan berada di dalam sarang di atas pohon yang kondisinya telah layu akibat terbakar.

Proses evakuasi berlangsung pada malam hari dan sempat menghadapi sejumlah kendala. Petugas harus melewati kawasan gambut yang masih menyisakan bara api dan mengeluarkan hawa panas untuk mencapai lokasi sarang.

Kondisi tersebut membuat proses penyelamatan harus dilakukan dengan cepat. Petugas khawatir induk dan bayinya berpindah ke lokasi lain dan kembali membuat sarang baru.

Keberadaan kedua orangutan tersebut pertama kali diketahui oleh seorang anggota TNI yang sedang melakukan patroli karhutla di kawasan tersebut. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada petugas BKSDA Pos Sampit.

Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, mengatakan proses evakuasi dilakukan setelah tim memastikan keberadaan induk dan bayi orangutan di atas pohon.

BKSDA menduga kedua orangutan tersebut baru saja berpindah dan membuat sarang di lokasi ditemukannya mereka. Dugaan itu muncul karena habitat sebelumnya telah terdampak kebakaran.

Pohon yang menjadi tempat kedua orangutan bersarang juga telah mengalami kerusakan akibat terbakar.

Kondisi ini menjadi perhatian petugas karena keberadaan satwa liar tersebut berada di tengah kawasan yang masih terdampak karhutla.

Setelah berhasil dievakuasi, kedua orangutan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis BKSDA SKW II Pangkalanbun bersama OFI.

Staf medis OFI, drh Ichlasul Khaerul, mengatakan kondisi kesehatan induk dan bayi orangutan tersebut masih cukup baik.

Meski sempat terpapar asap karhutla, paparan yang dialami keduanya tidak terlalu parah sehingga belum memerlukan penanganan khusus akibat gangguan asap.

Selanjutnya, induk dan bayi orangutan tersebut akan dibawa ke Pangkalanbun untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap kedua satwa tersebut.

Jika dinyatakan dalam kondisi sehat, keduanya akan segera dilepasliarkan kembali ke habitat yang sesuai.

Rencananya, induk dan bayi orangutan tersebut akan dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting atau Suaka Margasatwa Lamandau.

Penyelamatan ini menjadi upaya untuk mencegah satwa liar menjadi korban langsung dari dampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah tersebut. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *