KesehatanPemprov Kalteng

Kasus ISPA di Kalteng Nyaris 11.000, TP-PKK Bagikan 3.000 Masker Gratis Saat Kabut Asap

×

Kasus ISPA di Kalteng Nyaris 11.000, TP-PKK Bagikan 3.000 Masker Gratis Saat Kabut Asap

Sebarkan artikel ini
Ketua TP-PKK Kalimantan Tengah Aisyah Thisia Agustiarsabran memimpin pembagian 3.000 masker gratis kepada warga di kawasan Titik Nol, Bundaran Besar Telawang, Palangka Raya, Sabtu (29/8/2026). Pembagian masker dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko paparan asap karhutla di tengah meningkatnya kasus ISPA.

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Kabut asap mulai kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah. Di tengah kondisi udara yang memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masyarakat diminta lebih waspada terhadap ancaman gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, hingga Sabtu (29/8/2026), jumlah kasus ISPA yang tercatat di 14 kabupaten dan kota di provinsi tersebut hampir mencapai 11.000 kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 123 pasien ISPA yang memiliki penyakit penyerta harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Kondisi itu mendorong Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalimantan Tengah bersama Dinas Kesehatan mengambil langkah sederhana untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan asap.

Sebanyak 3.000 masker gratis dibagikan kepada warga yang masih harus beraktivitas di luar rumah.

Pembagian masker dilakukan pada Sabtu sore di kawasan Titik Nol, Bundaran Besar Telawang, Palangka Raya.

Satu per satu pengendara sepeda motor yang melintas diberikan masker secara cuma-cuma. Pejalan kaki yang berada di sekitar lokasi juga menjadi sasaran pembagian.

Ketua TP-PKK Kalimantan Tengah Aisyah Thisia Agustiarsabran mengatakan, pembagian masker sekaligus menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan di tengah kualitas udara yang memburuk.

“Ini juga upaya mengingatkan masyarakat dalam keadaan udara seperti ini agar menggunakan masker. ISPA di Kalimantan Tengah juga lumayan meningkat,” ujarnya.

Menurut Aisyah, TP-PKK bersama Dinas Kesehatan akan terus mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menggunakan masker sebagai salah satu langkah awal untuk mengurangi risiko terpapar asap.

Kondisi udara di Palangka Raya sempat terlihat cukup cerah pada Sabtu sore. Asap tipis terlihat menyelimuti sejumlah kawasan.

Namun, kondisi tersebut berubah dalam waktu singkat. Asap tiba-tiba menjadi lebih pekat hingga membuat langit kota tampak gelap. Jarak pandang pun ikut menurun.

Meski kondisi udara memburuk, pembagian masker tetap dilanjutkan.

Masker menjadi salah satu perlindungan sederhana yang dapat digunakan masyarakat ketika harus berada di luar ruangan. Penggunaan masker diharapkan dapat membantu mengurangi paparan langsung asap yang berpotensi mengganggu sistem pernapasan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah Mikko Uriamapas Ludjen mengatakan, peningkatan kasus ISPA perlu menjadi perhatian, terlebih ketika kondisi asap semakin pekat.

“Saat ini meningkat. Coba kita lihat situasinya, tampak asapnya makin pekat,” kata Mikko.

Dari data Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, Kota Palangka Raya menjadi wilayah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi.

Hingga 29 Agustus 2026, tercatat 1.656 kasus ISPA di Palangka Raya. Dari jumlah tersebut, 96 pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Kondisi ini menjadi perhatian karena kualitas udara di Palangka Raya juga dilaporkan berada pada level yang berbahaya.

Asap akibat karhutla yang bercampur dengan udara menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit penyerta.

Masyarakat pun diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar rumah, warga dianjurkan menggunakan masker.

Warga juga diminta segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk yang memburuk, atau gangguan pernapasan lainnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *