NewsPemko Palangka Raya

Kebakaran Mendawai Diselidiki, Polisi Kumpulkan Bukti Awal Kerugian Capai Rp1 Miliar

×

Kebakaran Mendawai Diselidiki, Polisi Kumpulkan Bukti Awal Kerugian Capai Rp1 Miliar

Sebarkan artikel ini
Tim Inafis saat melakukan olah TKP di lokasi awal munculnya api, Minggu (22/02/2026) pagi. (jn)

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Aparat kepolisian dari Polresta Palangka Raya terus mendalami peristiwa kebakaran besar yang melanda kawasan permukiman warga di Jalan Mendawai, Komplek Sosial Gang Rawa, Kelurahan Palangka, pada Sabtu (21/02/2026) sore.

Insiden yang terjadi menjelang waktu berbuka puasa tersebut menyebabkan sedikitnya 11 unit rumah warga ludes dilalap api. Hingga kini, kepolisian telah meningkatkan penanganan kasus ke tahap penyelidikan guna memastikan sumber dan penyebab kebakaran.

Tim Identifikasi Satuan Reserse Kriminal telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi yang diduga menjadi titik awal api. Dari pemeriksaan awal, sumber kebakaran sementara diduga berasal dari rumah milik seorang warga bernama Idil Atmiansah.

Struktur bangunan yang didominasi material kayu, ditambah jarak antar rumah yang sangat rapat, membuat api dengan cepat menjalar ke bangunan lain di sekitarnya. Kondisi tersebut memperparah dampak kebakaran dan menyulitkan upaya pemadaman awal.

Ps. Kanit Identifikasi Satreskrim, Aipda Yuwanda, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari pemasangan garis polisi, pemeriksaan saksi-saksi, hingga pengamanan barang bukti di lokasi kejadian.

“Beberapa barang bukti telah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan lanjutan, seperti meteran listrik (KWH meter), potongan kabel yang terbakar, serta sisa material arang dari titik awal api,” ujarnya, Minggu (22/02/2026).

Berdasarkan pendataan sementara, total kerugian material akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar. Meski tidak ada korban jiwa, belasan kepala keluarga terdampak dan harus kehilangan tempat tinggal.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berjalan dan belum menyimpulkan penyebab pasti kebakaran. Seluruh kemungkinan, baik akibat kelalaian manusia maupun gangguan teknis seperti instalasi listrik, masih menjadi fokus pendalaman.

“Kami akan mengkaji secara menyeluruh agar penyebab kebakaran ini dapat dipastikan secara objektif dan transparan,” tutup Aipda Yuwanda. (red/jn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *