Muara Teweh, Nusaborneo.com – Upaya bersama dalam memperkuat ketahanan iklim di Desa Pendreh akhirnya menuai hasil gemilang. Desa yang berada di Kecamatan Teweh Tengah tersebut resmi meraih Trophy dan Sertifikat ProKlim (Program Kampung Iklim) Utama tingkat nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Penghargaan diberikan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK pada acara penganugerahan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, 19 November 2025.
Department Head CSR PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM), Abdul Syukur, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara perusahaan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barito Utara, dan masyarakat Pendreh. Sebelum adanya intervensi program, skor ProKlim desa tersebut hanya 57,6.
“Target awal kami hanya untuk melampaui angka minimal sertifikasi, yakni 81. Namun implementasi program yang menyeluruh membuat skor meningkat hingga 89,8. Ini yang mengantarkan Desa Pendreh meraih trophy,” ungkapnya.
Keberhasilan ini ditopang oleh program besar “Pekan Kampung Iklim SMM–PAMA”, yang menitikberatkan pada penguatan aspek adaptasi, mitigasi, dan kelembagaan desa. Program tersebut dipecah menjadi empat aksi utama:
- Pendreh Green Edu: Menggerakkan pelajar untuk terlibat dalam kegiatan penanaman.
- Program SIAGA (Sinergi Aksi SMM-PAMA): Aksi kolektif membersihkan dan menata lingkungan desa.
- Jejak Sehat SMM-PAMA: Kegiatan yang memadukan olahraga dan kepedulian lingkungan.
- SMM-PAMA Berdikari Award: Apresiasi bagi warga yang konsisten menginspirasi gerakan lingkungan.
Melalui program komprehensif ini, Desa Pendreh masuk dalam jajaran 16 desa terpilih dari 345 peserta nasional yang mendapat verifikasi lapangan langsung oleh tim KLHK pada 16–17 Juli 2025.
“Sebanyak 339 desa lainnya hanya dinilai melalui verifikasi dokumen. Pendreh menjadi salah satu yang dinilai langsung di lapangan karena kualitas programnya,” jelas Abdul Syukur.
Setelah serangkaian asesmen, Desa Pendreh akhirnya ditetapkan sebagai salah satu dari 50 desa penerima Trophy ProKlim Utama 2025.
Menurut Abdul Syukur, penghargaan ini menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor dapat menghasilkan dampak lingkungan yang signifikan bagi masyarakat.
“Ini bukan semata soal penghargaan, tetapi bukti bahwa kolaborasi yang konsisten mampu meningkatkan ketahanan iklim dan kualitas hidup masyarakat desa,” tutupnya. (red)













