Kepala BPSDM Kalteng, Nunu Andriani, menyampaikan bahwa para ASN baru diharapkan tidak berhenti pada capaian pelatihan semata, tetapi terus mengasah kemampuan agar mampu menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin kompetitif.
Menurutnya, Latsar bukan sekadar agenda formal, melainkan proses pembentukan karakter aparatur yang profesional, berintegritas, dan memahami peran sebagai pelayan publik. Nilai-nilai dasar ASN, kedisiplinan, serta etika kerja menjadi fondasi utama yang harus dipegang dalam menjalankan tugas.
“Seluruh peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, sekaligus terus meningkatkan kompetensi untuk mendukung daya saing daerah,” ujarnya saat menyampaikan laporan, Senin (4/5/2026).
Pelatihan tersebut berlangsung selama lebih dari dua bulan, dimulai sejak 13 Februari hingga 30 April 2026, dan diikuti sebanyak 280 peserta. Selama periode itu, para CPNS dibekali berbagai materi yang mencakup penguatan wawasan kebangsaan, nilai dasar ASN, hingga keterampilan teknis sesuai bidang masing-masing.
Nunu juga memberikan apresiasi atas komitmen dan ketekunan peserta selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Ia menilai, semangat belajar yang ditunjukkan menjadi modal penting dalam membentuk ASN yang tangguh dan adaptif.
Ke depan, para ASN baru ini diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong percepatan pembangunan di Kalimantan Tengah. (red)













