Pemprov Kalteng

Mahasiswa UMPR Pelajari Teknologi Benih dan Kultur Jaringan di Balai Perbenihan Kalteng

×

Mahasiswa UMPR Pelajari Teknologi Benih dan Kultur Jaringan di Balai Perbenihan Kalteng

Sebarkan artikel ini
Kepala UPT BPPBTPH Kalteng, Isnawati foto bersama mahasiswa usai ikuti pembelajaran di UPT. BPPB TPH Jalan Tjilik Riwut km 3, Palangka Raya. Jumat (5/6/2026). (ist) 

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Sebanyak 30 mahasiswa Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) melakukan kunjungan lapangan ke Unit Pelaksana Teknis Balai Pengembangan Produksi Benih Tanaman Pangan Hortikultura (BPPBTPH) Kalimantan Tengah, Jumat (5/6/2026).

Kunjungan yang didampingi dua dosen pengampu mata kuliah Pemuliaan Tanaman itu bertujuan memperkenalkan mahasiswa pada praktik pengembangan varietas unggul, produksi benih, hingga penerapan teknologi kultur jaringan yang digunakan dalam sektor pertanian modern.

Kepala UPT BPPBTPH Kalteng, Isnawati, mengatakan kegiatan lapangan menjadi bagian penting dalam menghubungkan teori yang dipelajari mahasiswa di kampus dengan kondisi nyata di lapangan.

Menurut dia, mahasiswa perlu memahami secara langsung proses pengembangan benih dan bibit unggul, termasuk teknologi yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

“Melalui kunjungan ini, mahasiswa dapat melihat bagaimana proses produksi benih dilakukan dan bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan pertanian,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapatkan materi mengenai teknik seleksi dalam pemuliaan tanaman, produksi benih hortikultura, serta upaya menjaga mutu benih yang dilakukan oleh BPPBTPH Kalteng.

Kepala Seksi Perbanyakan Benih Hortikultura BPPBTPH, Goalter Zoko, menjelaskan bahwa kultur jaringan menjadi salah satu teknologi yang berperan penting dalam mempercepat perbanyakan tanaman hasil pemuliaan.

Ia menuturkan, teknologi tersebut memungkinkan bibit unggul diproduksi dalam jumlah besar dengan kualitas yang seragam dan waktu yang lebih singkat dibandingkan metode konvensional.

“Kultur jaringan membantu mempercepat penyediaan bibit unggul sehingga dapat segera dimanfaatkan petani maupun pelaku usaha pertanian,” kata Goalter.

Menurutnya, metode tersebut telah banyak diterapkan pada komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, seperti pisang, anggrek, dan nanas. Selain menghasilkan bibit dalam jumlah besar, teknik itu juga dinilai efektif menjaga kemurnian varietas tanaman.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa juga diajak melihat langsung aktivitas di Laboratorium Kultur Jaringan. Pengawas Benih Tanaman, Anik Sumiani, memaparkan tahapan perbanyakan tanaman secara in vitro, mulai dari persiapan media tanam, sterilisasi eksplan, inokulasi, hingga pembentukan bibit siap tanam.

Mahasiswa kemudian melanjutkan observasi ke screen house aklimatisasi, yakni fasilitas yang digunakan untuk menyesuaikan bibit hasil kultur jaringan dengan kondisi lingkungan luar sebelum ditanam di lahan budidaya.

Di lokasi tersebut, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai pentingnya tahap aklimatisasi sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan pertumbuhan bibit setelah keluar dari laboratorium.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas teknologi perbenihan, kultur jaringan, serta peluang pengembangan inovasi pertanian di masa depan.

Dosen pengampu mata kuliah Pemuliaan Tanaman UMPR, Nurul Hidayati, mengatakan kunjungan lapangan menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap penerapan ilmu di dunia kerja.

“Kegiatan ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat langsung implementasi teknologi pertanian yang selama ini dipelajari di ruang kuliah,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, UMPR berharap kerja sama dengan berbagai lembaga teknis pertanian dapat terus diperkuat guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia pertanian di Kalimantan Tengah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *