Semarang, Nusaborneo.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menekankan pentingnya disiplin, pembagian tugas yang jelas, serta tata kelola organisasi yang tertata sebagai fondasi utama dalam membangun organisasi yang sehat dan profesional. Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Kursus Banser Pimpinan (SUSBANPIM) Angkatan VIII di Kabupaten Semarang, Kamis (14/5/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Pusdik Binmas Lemdiklat Polri tersebut, Menteri Nusron memberikan materi mengenai penguatan good governance dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) kepada 105 kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari berbagai daerah.
Menurutnya, organisasi tidak akan berkembang tanpa sistem kerja yang jelas dan disiplin yang dijalankan secara konsisten.
“Kalau bicara tata kelola, intinya ada tiga hal penting, yakni disiplin, pembagian tugas yang jelas, dan menjalankan apa yang sudah ditulis serta menuliskan apa yang memang bisa dijalankan,” ujar Menteri Nusron.
Ia menjelaskan, tata kelola organisasi bukan sekadar teori, melainkan aturan main yang menjadi dasar jalannya sebuah lembaga. Karena itu, organisasi perlu memiliki sistem yang tertata, standar operasional prosedur (SOP), hingga mekanisme pengawasan dan pelaporan yang berjalan baik.
Menteri Nusron juga menyoroti pentingnya pendelegasian kewenangan dalam organisasi. Menurutnya, distribusi tugas dan kewenangan yang sehat akan membuat organisasi lebih efektif dan tidak bergantung pada satu figur pemimpin semata.
“Tidak boleh semua kekuasaan terpusat pada satu orang. Setiap tingkatan harus memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing agar organisasi berjalan kuat,” jelasnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa kesepahaman mengenai tujuan organisasi menjadi faktor penting untuk menjaga kekompakan dan menghindari konflik kepentingan internal. Dalam organisasi, kepentingan bersama harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi.
“Yang utama adalah kepentingan negara dan agama, lalu kepentingan organisasi, baru kepentingan individu. Tujuannya bagaimana organisasi bisa memberi manfaat yang lebih besar,” pungkas Menteri ATR/Kepala BPN.
Kegiatan SUSBANPIM VIII sendiri berlangsung pada 12 hingga 17 Mei 2026 dan menjadi forum pembinaan kepemimpinan bagi kader Banser dari berbagai wilayah di Indonesia. (red/foto:ist)













