Kuala Pembuang, Nusaborneo.com – Misi kemanusiaan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berakhir duka. Helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat yang tengah menjalankan misi waterbombing di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah (Kalteng), mengalami kecelakaan dan jatuh di perairan Kabupaten Seruyan.
Delapan prajurit TNI berada di dalam helikopter bernomor registrasi HA-5235 saat insiden terjadi. Dua prajurit dinyatakan meninggal dunia, satu prajurit masih dalam pencarian tim SAR gabungan, sementara lima kru lainnya berhasil selamat dan kini menjalani perawatan medis di RSUD Kuala Pembuang.
Dua prajurit yang gugur dalam insiden tersebut yakni Mayor CPN Dudi yang bertugas sebagai pilot dan Serda Heri. Adapun satu prajurit yang belum ditemukan adalah Lettu CPN Hafiz.
Sementara lima kru yang selamat masing-masing Kapten CPN Suganda, Lettu CPN Fercis, Serda Sardi, Serka Kadiya, dan Pratu Gilang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, helikopter MI-17 tersebut mulai menyalakan mesin dan bertolak dari Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, sekitar pukul 09.55 WIB.
Helikopter kemudian menjalankan misi pemadaman karhutla menggunakan metode waterbombing di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Namun, sekitar pukul 11.18 WIB, helikopter dilaporkan mengalami gangguan ketika melakukan proses pengambilan air untuk pemadaman api.
Kecelakaan terjadi di perairan laut sekitar Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan. Mendapat laporan tersebut, tim gabungan langsung bergerak melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh kru.
Proses penyelamatan mulai dilakukan sekitar pukul 12.30 WIB. Satu per satu korban berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Kuala Pembuang untuk mendapatkan penanganan medis.
Di tengah proses evakuasi, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan turut meninjau kondisi para korban di rumah sakit.
Sebelum tiba di RSUD Kuala Pembuang, rombongan gubernur yang menggunakan helikopter Polri juga memantau langsung lokasi kecelakaan. Mereka sekaligus melihat proses pencarian terhadap satu prajurit yang hingga kini belum ditemukan.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan insiden tersebut merupakan musibah yang tidak pernah diharapkan. Dia memastikan lima kru berhasil selamat, dua meninggal dunia, dan satu lainnya masih dalam pencarian.
“Jadi ini ada insiden MI-17 kita yang kebetulan bertugas untuk waterbombing di sekitar daerah Tanjung Puting, Taman Nasional Tanjung Puting. Memang ada kejadian kurang lebih pukul 11 siang tadi. Jadi kecelakaan yang kita tidak pernah tahu. Krunya ada delapan orang, lima orang sudah dirawat di sini, dua orang dipastikan meninggal, satu masih dalam pencarian,” kata Zainul.
Sementara itu, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya dua prajurit TNI dalam menjalankan tugas pemadaman karhutla tersebut.
Agustiar mendoakan kedua prajurit yang gugur mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Dia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah tersebut.
Tak hanya itu, doa juga disampaikan bagi lima kru yang berhasil selamat agar segera pulih dan dapat kembali beraktivitas.
Hingga kini, pencarian terhadap Lettu CPN Hafiz masih menjadi prioritas tim SAR gabungan. Operasi pencarian dan evakuasi terus dilakukan untuk memastikan nasib seluruh kru helikopter MI-17 yang mengalami kecelakaan saat menjalankan misi kemanusiaan tersebut. (red)













