Pesan tersebut disampaikan Agustiar saat menggelar pertemuan hasupa hasundau bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo dan para pejabat eselon II, III, dan IV di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (4/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang saling mendukung. Ia ingin seluruh pejabat tidak hanya menjalankan tugas berdasarkan tanggung jawab masing-masing, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberhasilan program pembangunan secara menyeluruh.
“Mari kita berkolaborasi, bekerja sama, gotong royong karena kita tidak ada yang superman, tapi super tim,” tegas Agustiar.
Menurutnya, berbagai persoalan pembangunan akan lebih mudah diselesaikan apabila seluruh perangkat daerah mampu membangun komunikasi dan menghilangkan sekat-sekat antarlembaga.
Agustiar juga meminta setiap program dan kegiatan pemerintah dirancang secara matang, terukur, efisien, serta tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Seluruh program harus memiliki tujuan yang jelas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin visi misi kami terukur, efisien, terencana dengan matang, dan bisa menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Ia turut menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi, karakter, pola pikir, dan sikap para aparatur sipil negara (ASN). Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital juga dinilai menjadi kebutuhan dalam mendukung pelaksanaan program prioritas daerah, termasuk Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
Senada dengan Gubernur, Wakil Gubernur Edy Pratowo meminta para pejabat memahami bahwa jabatan bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Edy mengingatkan pentingnya disiplin, etos kerja, komunikasi, serta kemampuan membangun kolaborasi. Ia juga meminta agar penggunaan anggaran negara benar-benar diarahkan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
“Jangan takut berinovasi, tapi tetap patuh pada aturan. Lakukan kerja sama karena kita bukan superman, superwoman, tapi super tim. Jangan munculkan ego sektoral,” pesan Edy.
Pertemuan yang dimoderatori Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden tersebut juga menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman terkait tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah.
Sejumlah pejabat turut memaparkan tugas pokok dan fungsi instansi, yakni Kepala Bapperida Syahfiri, Kepala BKD Lisda Arriyana, Kepala BKAD Suyuti Syamsul, serta Inspektur Daerah Eko Sulistiono.
Dalam kesempatan itu, Linae menegaskan pejabat administrator dan pengawas memiliki posisi strategis dalam memastikan kebijakan pimpinan dapat diterjemahkan menjadi pekerjaan nyata di lapangan.
Mereka tidak hanya bertugas mengawasi pelaksanaan pekerjaan, tetapi juga memastikan setiap program berjalan sesuai target, aturan, dan tanggung jawab masing-masing.
Karena itu, Linae meminta seluruh pejabat menjaga integritas, loyalitas, disiplin, serta etika dalam bekerja. Kemampuan berkoordinasi, berinovasi, dan memahami tugas pokok dan fungsi juga harus terus diperkuat.
Ia berharap seluruh jajaran Pemprov Kalteng dapat bekerja lebih aktif dan solid, termasuk ikut mengawal serta menyosialisasikan program prioritas daerah melalui berbagai saluran komunikasi, salah satunya media sosial.
“Mari bekerja lebih aktif, solid, berintegritas dengan orientasi hasil demi mewujudkan Kalteng Berkah, Maju, dan Sejahtera,” pungkasnya.
Melalui pertemuan tersebut, pimpinan Pemprov Kalteng berharap sinergi ant pejabat dan perangkat daerah semakin kuat. Sebab, di balik setiap program pemerintah, ada tanggung jawab besar untuk memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat pembangunan. (red)













