Palangka Raya, Nusaborneo.com – Gelaran Open Turnamen Catur Kategori III Tingkat Nasional Gubernur Cup Tahun 2025 resmi berakhir. Penutupan turnamen berlangsung di GOR Serbaguna Indoor Palangka Raya, Kamis (18/12/2025), dan ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para juara.
Penutupan dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Tengah. Dalam sambutannya, Leonard menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari PB PERCASI, Pengprov PERCASI Kalimantan Tengah, panitia pelaksana, wasit, sponsor, hingga para atlet yang telah menyukseskan ajang nasional tersebut.
Leonard menegaskan bahwa keberhasilan turnamen ini tidak hanya diukur dari lahirnya para juara, tetapi juga dari proses pembinaan atlet dan kualitas penyelenggaraan yang semakin profesional. Ia mengingatkan para pemenang agar tidak cepat berpuas diri, serta mendorong atlet yang belum meraih hasil terbaik untuk terus berlatih dan menjadikan kekalahan sebagai bahan evaluasi.
“Turnamen ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus tolok ukur pembinaan catur di daerah. Harapannya, Kalimantan Tengah semakin siap dan dipercaya menjadi tuan rumah event olahraga yang lebih besar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PERCASI Kalimantan Tengah, Andrie Elia Embang, melaporkan bahwa kejuaraan ini diikuti 630 peserta dari 16 provinsi di Indonesia. Para pecatur datang dari berbagai latar belakang, dengan pertandingan yang terbagi dalam 10 kategori, mulai dari pelajar hingga kategori khusus ASN dan wartawan.
Ia menyebutkan, khusus pada kategori III, turnamen ini berhasil melahirkan 28 norma master, dengan 16 norma Master Nasional di antaranya diraih oleh atlet-atlet Kalimantan Tengah. Prestasi tersebut dinilai sebagai capaian membanggakan bagi daerah dan menjadi sinyal positif bagi perkembangan catur di Bumi Tambun Bungai.
“Partisipasi atlet dari Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Bali, hingga Papua menunjukkan bahwa turnamen ini memiliki daya tarik dan kualitas nasional. Kehadiran pecatur muda berbakat hingga master internasional menjadi warna tersendiri,” ungkap Andrie.
Menurutnya, keberhasilan mencetak 16 norma Master Nasional menjadi modal penting bagi Kalimantan Tengah untuk melahirkan atlet catur berprestasi yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional.
Acara penutupan turut dihadiri unsur Forkopimda, Direktur Utama Bank Kalteng Maslipansyah, jajaran perangkat daerah, pengurus KONI, serta seluruh peserta turnamen yang mengikuti kegiatan hingga hari terakhir. (red)













