Sejumlah lokasi menjadi sasaran penanganan, di antaranya Jalan Tjilik Riwut Km 39, tepatnya di belakang Sekolah Rakyat, Jalan D.A. Tawa, Jalan Hiu Putih Lanjutan, serta Jalan Tanjung Taruna.
Di tengah kepulan asap yang menyelimuti lokasi, personel gabungan bahu-membahu memadamkan api. Mereka juga melakukan pembasahan pada lahan gambut yang masih menyimpan bara di bawah permukaan tanah.
Upaya ini bukan sekadar untuk menghentikan kobaran api. Petugas juga berupaya mencegah asap meluas agar tidak mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak yang berada di lingkungan sekolah.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Dansatbrimob Polda Kalteng Kombes Pol Dieno Hendro Widodo mengatakan, tugas melindungi masyarakat tetap menjadi prioritas, termasuk saat hari libur.
“Hari Minggu tak menyurutkan semangat personel kami di lapangan. Karhutla harus segera dipadamkan agar asap tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan anak-anak di sekolah,” kata Dieno.
Dia menjelaskan, penanganan kebakaran di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri. Api bisa merambat di bawah permukaan tanah sehingga tidak cukup hanya dengan memadamkan kobaran yang terlihat.
Karena itu, petugas melakukan pembasahan secara berulang dan membuat penyekat api untuk mencegah kebakaran meluas. Penyisiran titik panas juga dilakukan dengan bantuan drone sebelum petugas melanjutkan pemadaman secara manual.
“Personel kami terus melakukan penyisiran titik panas dengan bantuan drone, kemudian dilanjutkan pemadaman manual. Ini demi kenyamanan masyarakat agar terhindar dari kabut asap,” ujarnya.
Di balik upaya tersebut, ada perjuangan petugas untuk memastikan warga tetap dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa dibayangi ancaman asap karhutla.
Namun, upaya pemadaman di lapangan perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk mencegah kebakaran sejak awal. Terlebih, kondisi musim kemarau dapat meningkatkan risiko api menyebar dan sulit dikendalikan.
Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Mari kita bersama menjaga lingkungan kita agar tetap aman dan terjaga dari terjadinya karhutla,” tutupnya.
Polda Kalteng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Dengan kepedulian bersama, risiko kebakaran dan dampak kabut asap diharapkan dapat ditekan. (red)













