Peluncuran tim patroli udara tersebut berlangsung di depan lobi Mapolda Kalteng, Rabu (28/10/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk menekan risiko karhutla yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengancam kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Dr. Hendra Wirawan mengatakan, pengerahan drone merupakan terobosan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan. Seluruh tim dan unit drone yang berada di satuan kerja Polda maupun Polres jajaran dikonsolidasikan untuk memperkuat pengawasan di wilayah rawan kebakaran.
“Peluncuran tersebut merupakan terobosan kreatif Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, dengan mengonsolidasikan seluruh tim dan unit drone yang ada di Satker Polda dan Polres jajaran untuk memperkuat deteksi dini, mempercepat respons, serta menekan dampak kerusakan lingkungan dan kesehatan masyarakat,” kata Hendra dalam keterangan resminya.
Menurut Hendra, pemanfaatan teknologi ini diharapkan membuat penanganan karhutla berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Dengan pemantauan dari udara, petugas dapat mengetahui kondisi wilayah yang sulit dijangkau sekaligus mendeteksi kemunculan titik api sebelum kebakaran meluas.
“Kita memanfaatkan teknologi ini dalam membantu pelaksanaan tugas untuk menghasilkan tindakan nyata dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dia menegaskan, upaya pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Kehadiran kepolisian tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap pelaku pembakaran, tetapi juga memastikan masyarakat terlindungi dari dampak kebakaran hutan dan lahan.
“Hal ini sekaligus menegaskan komitmen Polda Kalteng terhadap filosofi Polri Bersama Masyarakat, di mana Polri hadir bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mencari solusi atas persoalan yang dihadapi,” tegasnya.
Sementara itu, Dirsamapta Polda Kalteng Kombes Pol Viddy Dasmasela, didampingi Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat, menjelaskan bahwa 16 unit drone tersebut akan disebar ke sejumlah wilayah yang dinilai rawan karhutla.
Beberapa kawasan yang menjadi fokus patroli udara meliputi Manduhara, jalur lingkar luar Mahir Mahar, hingga Jalan Trans Kalimantan Km 38.
Patroli ini tidak hanya bertujuan menemukan titik api, tetapi juga mencegah terjadinya pembakaran lahan secara sengaja. Jika terdeteksi kebakaran, petugas dapat segera menyampaikan informasi kepada tim satuan tugas (Satgas) darat agar proses pemadaman bisa dilakukan secepat mungkin.
Melalui teknologi drone, petugas juga dapat merekam kondisi di lapangan, termasuk dugaan aktivitas pembakaran lahan. Rekaman tersebut dapat menjadi bahan pendukung dalam proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dengan drone, kita bisa mendeteksi titik koordinat api hingga merekam siapa yang membakar. Rekaman tersebut bisa menjadi barang bukti bahwa ada pelaku pembakar lahan dan bisa dipidanakan. Selain itu kita bisa segera menginformasikan ke Tim Satgas Darat untuk melakukan pemadaman,” kata Viddy.
Untuk mencegah munculnya titik api baru, Wakapolda Kalteng juga meminta seluruh jajaran mengintensifkan patroli secara berlapis. Pengawasan dilakukan melalui drone dari udara serta patroli darat menggunakan sepeda motor dan mobil.
Hendra turut mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan kondisi cuaca cerah setelah hujan untuk membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, tindakan tersebut dapat memicu kebakaran yang berdampak luas terhadap lingkungan dan kehidupan warga.
“Untuk para oknum pembakar lahan agar hati-hati karena patroli kita akan selalu siaga. Siapapun yang berniat tidak baik akan kita tangkap, kita proses,” tegasnya.
Polda Kalteng berharap pengerahan drone dapat membantu menjaga wilayah yang sebelumnya mengalami penurunan titik api agar tidak kembali terjadi kebakaran. Pengawasan dini dan respons cepat menjadi kunci untuk mencegah api membesar serta mengurangi dampak yang harus ditanggung masyarakat.
“Keberhasilan patroli drone tidak diukur dari banyaknya kegiatan atau penggunaan teknologi semata. Namun seberapa cepat kita merespons, seberapa efektif kita menangani kebakaran, dan seberapa besar dampak yang kita kurangi,” pungkasnya. (red)













