Palangka Raya, Nusaborneo.com – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Herson B. Aden, menghadiri Rapat Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto (Rakonreg PDRB) Tahun 2025 yang digelar di Aula Bapperida Kalteng, Selasa (11/11/2025).
Dalam sambutannya, Herson menekankan pentingnya pembangunan yang terencana dan berkesinambungan, dengan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. “Pembangunan bukan hanya tentang angka pertumbuhan, tetapi bagaimana kita menyeimbangkan antara kemajuan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Ia menyampaikan, pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar lima persen pada 2025. Di tingkat daerah, ekonomi Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif, tumbuh 4,14 persen pada 2023, naik menjadi 4,46 persen pada 2024, dan mencapai 5,36 persen pada triwulan III tahun 2025.
“Capaian ini menunjukkan bahwa ekonomi Kalimantan Tengah terus bergerak ke arah yang lebih baik, namun kita tidak boleh puas. Masih banyak potensi yang harus digarap melalui kerja sama lintas sektor dan daerah,” tambahnya.
Target pertumbuhan ekonomi Kalteng ditetapkan sebesar 5,60 persen pada 2025, naik menjadi 6,03 persen pada 2026, dan diharapkan mencapai 7,3 persen pada 2029 sebagai kontribusi terhadap target nasional sebesar delapan persen.
Herson menekankan pentingnya kapasitas fiskal yang kuat dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menyebut perlunya komunikasi, sinkronisasi, dan harmonisasi kebijakan agar efisiensi anggaran tetap sejalan dengan kebutuhan daerah.
Karakter ekonomi Kalteng saat ini masih didominasi sektor sumber daya alam atau brown economy. Pemerintah Provinsi mendorong transformasi menuju green economy melalui hilirisasi industri, penguatan sektor pertanian, UMKM, dan perdagangan rakyat.
“Transformasi menuju ekonomi hijau adalah keharusan, bukan pilihan. Dengan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah, kita tidak hanya memperkuat ekonomi daerah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menjaga lingkungan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta menekan angka kemiskinan dan ketimpangan sosial.
Sebagai tindak lanjut, Herson meminta percepatan pembentukan Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (PPED) di lima kabupaten yang belum membentuk, yakni Barito Utara, Katingan, Lamandau, Pulang Pisau, dan Seruyan. Pemerintah daerah juga diimbau segera menyelenggarakan Rapat Koordinasi PPED dan mempersiapkan kick off pengadaan barang/jasa secara serentak pada awal Januari 2026. (Mda).













