Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Kerahkan ASN untuk Perkuat Penanganan Karhutla

×

Pemprov Kalteng Kerahkan ASN untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur, Pangdam XXII/Tambun Bungai, Kapolda Kalteng, dan Sekda Kalteng saat menghadiri Apel Gelar Pasukan Penguatan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Senin (31/8/2026).

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mengerahkan aparatur sipil negara (ASN) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah tersebut.

Penguatan personel ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Penanganan Karhutla 2026 yang dipimpin Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Pangdam XXII/Tambun Bungai dan Kapolda Kalteng di Halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Senin (31/8/2026).

Apel tersebut diikuti seluruh ASN laki-laki di lingkungan Pemprov Kalteng. Mereka dipersiapkan sebagai relawan untuk membantu penanganan karhutla di lapangan.

Para ASN diminta membawa perlengkapan keselamatan dan peralatan pendukung, antara lain sarung tangan, masker, sepatu bot, kapak, pemukul api, sekop atau cangkul, serta parang atau sabit.

Dalam sambutannya, Agustiar mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, ASN, dan masyarakat.

Menurut dia, kondisi karhutla saat ini tidak seharusnya dihadapi dengan saling menyalahkan. Penanganan harus dilakukan melalui kerja sama dan gotong royong.

“Yang kita perlukan adalah semangat kerja sama gotong royong, kolaborasi semua elemen bergerak bersama memperkuat upaya penanganan karhutla di Kalimantan Tengah,” kata Agustiar.

Tekankan keselamatan personel

Agustiar juga meminta ASN yang diterjunkan ke lapangan mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas.

Setiap personel diminta mengikuti standar operasional prosedur (SOP), menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai, serta tidak bertindak sendiri ketika melakukan penanganan karhutla.

Personel juga harus mengikuti arahan koordinator atau komando yang berada di lapangan.

“Keberhasilan penanganan karhutla bukan hanya ketika api bisa dipadamkan, tetapi juga bagaimana masyarakat terlindungi, lingkungan terjaga, dan tentu seluruh personel kembali dengan selamat,” ujarnya.

Melalui pengerahan relawan ASN tersebut, Pemprov Kalteng berharap penanganan karhutla dapat semakin optimal sehingga dampak terhadap masyarakat dan lingkungan bisa ditekan.

Pemprov Kalteng juga menargetkan kondisi karhutla dapat terkendali dan Kalimantan Tengah terbebas dari kabut asap.

Istana Isen Mulang jadi posko induk

Selain pengerahan personel, Pemprov Kalteng akan mendirikan Posko Induk Karhutla di Istana Isen Mulang.

Posko tersebut akan menjadi pusat komando dan koordinasi dalam penanganan karhutla dengan melibatkan berbagai unsur terkait.

Di lokasi yang sama juga akan disiapkan sejumlah fasilitas pendukung, seperti media center, dapur umum, pelayanan oksigen, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan dampak karhutla sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *