Palangka Raya, Nusaborneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiapkan sejumlah langkah untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap yang melanda wilayah tersebut.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan pemerintah daerah telah menyediakan fasilitas rumah oksigen di sejumlah kabupaten dan kota. Fasilitas tersebut ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan pernapasan akibat kondisi udara yang kurang baik.
Secara keseluruhan, terdapat 11 lokasi rumah oksigen yang disiapkan Pemprov Kalteng. Fasilitas itu berada di sejumlah rumah sakit pemerintah dan rumah sakit pratama.
Sebagian besar rumah oksigen tersebut dapat diakses masyarakat selama 24 jam.
Adapun fasilitas yang tersedia 24 jam antara lain Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei dan RSUD Hanau.
Di Kabupaten Kotawaringin Barat, masyarakat dapat memperoleh layanan rumah oksigen di RSUD Sultan Imanuddin dan Rumah Sakit Pratama Kutaringin.
Sementara di Kabupaten Kotawaringin Timur, fasilitas tersebut tersedia di RSUD Parenggean.
Rumah oksigen juga disediakan di RS Pratama Katingan Kuala, Kabupaten Katingan; RSUD Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas; RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Kabupaten Kapuas; RSUD Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara; serta RSUD Gusti Abdul Gani, Kabupaten Lamandau.
Untuk Kabupaten Pulang Pisau, fasilitas rumah oksigen berada di RSUD Pulang Pisau dengan waktu pelayanan selama delapan jam.
Pemprov Kalteng meminta warga yang mengalami gangguan pernapasan atau membutuhkan bantuan oksigen untuk memanfaatkan fasilitas tersebut dengan mengikuti ketentuan pelayanan di masing-masing fasilitas kesehatan.
Selain menyediakan rumah oksigen, pemerintah daerah juga mengambil langkah pencegahan dengan membagikan sekitar 3.000 masker gratis kepada masyarakat.
Masker diberikan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi paparan udara yang tidak sehat akibat kabut asap.
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi kualitas udara memburuk.
Agustiar mengatakan perlindungan kesehatan masyarakat menjadi salah satu perhatian pemerintah di tengah kondisi tersebut. Terlebih, terdapat peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sejumlah wilayah Kalteng.
Menurut dia, penanganan dampak kabut asap tidak hanya membutuhkan kesiapan fasilitas kesehatan, tetapi juga kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mengikuti imbauan pemerintah.
Pemprov Kalteng pun mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan serta ikut menyebarkan informasi mengenai lokasi rumah oksigen dan layanan bantuan yang tersedia.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap sekaligus menekan risiko gangguan kesehatan akibat buruknya kualitas udara. (red)













