Pulang Pisau, Nusaborneo.com – PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Pulang Pisau memanfaatkan ajang Handep Hapakat Fair 2026 untuk memperkenalkan berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan kepada masyarakat.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau itu berlangsung pada 5-12 Juli 2026 di halaman Stadion H.M. Sanusi, Pulang Pisau.
Dalam pameran tersebut, PLN Nusantara Power UP Pulang Pisau menampilkan beragam produk hasil program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari tiga desa binaan. Produk yang dipamerkan antara lain sayuran hidroponik, aneka makanan ringan, serta kerajinan tangan berupa dompet, topi, dan anyaman rotan.
Manager PT PLN Nusantara Power UP Pulang Pisau, Warhamna, mengatakan keikutsertaan dalam pameran itu bertujuan memperluas akses pasar bagi para pelaku UMKM sekaligus memperkenalkan hasil pemberdayaan masyarakat kepada khalayak yang lebih luas.
“Melalui pameran ini kami ingin mendorong agar produk-produk binaan semakin dikenal masyarakat. Potensinya cukup besar, terutama produk hidroponik yang masih dapat dikembangkan dari sisi produksi maupun pemasaran hingga masuk ke supermarket,” ujar Warhamna, Sabtu (5/7/2026).
Menurut dia, selain peningkatan kualitas produk, aspek kemasan juga menjadi faktor penting dalam menarik minat konsumen dan meningkatkan daya saing produk di pasar.
Warhamna menilai kemasan yang menarik dapat menjadi nilai tambah karena menjadi hal pertama yang dilihat calon pembeli sebelum mencoba produk yang ditawarkan.
PLN Nusantara Power UP Pulang Pisau, lanjut dia, terus melakukan pendampingan kepada kelompok masyarakat binaan, termasuk menggali peluang pengembangan produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Seluruh produk yang ditampilkan dalam Handep Hapakat Fair merupakan hasil pembinaan berkelanjutan melalui program CSR perusahaan yang setiap tahun difokuskan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Harapannya masyarakat binaan dapat semakin mandiri, mengembangkan usahanya secara berkelanjutan, dan pada akhirnya mampu berdiri di atas kaki sendiri,” kata Warhamna. (Red/TN)













