Palangka Raya, Nusaborneo.com – Terus memperkuat program pembinaan kemandirian melalui ruang kreativitas bertajuk “Pojok Kreasi” yang berada di bawah pengelolaan Subseksi Bimbingan Kerja (Bimker). Program ini menjadi salah satu upaya nyata dalam membekali Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.
Di ruang tersebut, para WBP dibimbing secara sistematis, mulai dari pengenalan bahan baku, teknik dasar pengerjaan, hingga tahap penyelesaian akhir produk. Kerajinan yang dihasilkan meliputi Telawang, hiasan dinding berbentuk perisai khas Kalimantan, serta berbagai produk berbahan Getah Nyatu yang memiliki nilai seni sekaligus nilai jual.
Kepala Rutan Kelas IIA Palangka Raya, , menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berorientasi pada pengamanan, tetapi juga pada pembentukan mental, karakter, dan kemampuan kerja warga binaan.
“Pembinaan ini kami rancang agar warga binaan memiliki keahlian nyata. Kami latih dari dasar sampai mereka benar-benar mampu menghasilkan karya sendiri,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (28/2/2026).
Kasubsi Bimker, , menambahkan bahwa antusiasme WBP dalam mengikuti pelatihan cukup tinggi. Bahkan beberapa di antaranya sudah mampu menerima dan menyelesaikan pesanan kerajinan secara mandiri.
Salah satu WBP berinisial MK mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti program tersebut. Ia yang sebelumnya tidak memiliki keterampilan khusus, kini mampu membuat Telawang dan mengolah Getah Nyatu tanpa pendampingan penuh.
Program “Pojok Kreasi” juga memberi dampak positif dari sisi produktivitas. Hasil karya WBP dipromosikan melalui pameran UMKM dan platform media sosial. Sepanjang tahun 2025, kegiatan pembinaan ini tercatat menyumbang sekitar Rp12 juta terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Lebih dari sekadar capaian finansial, pihak Rutan menilai perubahan sikap, meningkatnya rasa percaya diri, serta tumbuhnya semangat untuk hidup lebih baik menjadi indikator utama keberhasilan program. Dengan keterampilan yang dimiliki, WBP diharapkan mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai individu yang mandiri dan produktif. (Red/am)













