BeritaNasionalNews

Polda Kalteng Gunakan Cairan X-Fire untuk Percepat Pemadaman Karhutla di Manduhara Ujung

×

Polda Kalteng Gunakan Cairan X-Fire untuk Percepat Pemadaman Karhutla di Manduhara Ujung

Sebarkan artikel ini
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Aslog Kapolri Irjen Pol Suwondo Nainggolan saat meninjau pemadaman karhutla di Jalan Manduhara Ujung, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terus diintensifkan oleh tim gabungan.

Pemadaman dilakukan di kawasan Jalan Manduhara Ujung yang berada tidak jauh dari Taman Nasional Sebangau, permukiman warga, serta Bandara Tjilik Riwut.

Dalam operasi tersebut, Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama TNI, BPBD, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) menggunakan cairan X-Fire untuk membantu mengoptimalkan pemadaman.

Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat mengatakan, kegiatan pemadaman dipimpin Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Aslog Kapolri Irjen Pol Suwondo Nainggolan.

Menurut Budi, penggunaan X-Fire dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pemadaman sekaligus mengurangi kebutuhan air di tengah kondisi kemarau.

“Pemadaman dilakukan sebagai langkah untuk mengamankan kawasan yang dinilai memiliki kepentingan strategis, khususnya kawasan Taman Nasional Sebangau, permukiman masyarakat Kota Palangka Raya, dan area sekitar Bandara Tjilik Riwut,” kata Budi.

Ia menjelaskan, keterbatasan air menjadi salah satu kendala yang dihadapi petugas dalam menangani karhutla, khususnya selama musim kemarau.

“Efektifnya bisa memadamkan api lebih optimal, kemudian efisien karena penggunaan air lebih hemat atau lebih sedikit,” ujarnya.

Manfaatkan Data Hotspot

Dalam menentukan lokasi yang perlu ditangani, tim gabungan memanfaatkan data dari Sistem Informasi Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi).

Data hotspot tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi di lapangan.

“Kami melihat lokasi-lokasi mana saja yang menjadi hotspot, kemudian melakukan pengecekan dan pemetaan riil di lapangan. Apabila menemukan titik api, kami melakukan upaya pemadaman,” jelas Budi.

Budi juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Menurut dia, pembakaran lahan, terutama pada musim kemarau, dapat memicu meluasnya karhutla dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, apalagi pada musim kemarau, karena akan dikenakan sanksi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila mengetahui adanya pihak yang sengaja melakukan pembakaran lahan.

“Mari kita bersatu padu menangani karhutla demi Kalteng bebas asap, aman dan sehat untuk kita semua,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *