Palangka Raya, Nusaborneo.com – Suasana berbeda terlihat di sejumlah ruas jalan Kota Palangka Raya. Puluhan relawan pemadam kebakaran, tim rescue, hingga Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) bergerak bersama dalam konvoi yang membawa pesan penting: mengajak masyarakat lebih waspada terhadap ancaman kebakaran.
Bukan sekadar kegiatan kebersamaan, konvoi relawan Damkar, Rescue, dan TSAK Palangka Raya 2026 ini menjadi tanda dimulainya gerakan sosialisasi pencegahan kebakaran secara lebih luas. Para relawan yang selama ini berada paling dekat dengan masyarakat akan menjadi ujung tombak edukasi di lingkungan masing-masing.
Ketua Panitia kegiatan, Dede Septa Jaya, mengatakan konvoi tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda forum relawan yang memiliki tujuan memperkuat komunikasi dan kerja sama antarorganisasi.
“Ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan resmi forum untuk mempererat kebersamaan antarrelawan. Selain itu, kegiatan ini menjadi tanda dimulainya penggencaran sosialisasi antisipasi kebakaran permukiman maupun lahan ke lingkungan masing-masing,” ujar Dede, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, keberadaan posko-posko relawan yang tersebar di berbagai wilayah menjadi modal penting dalam memberikan edukasi kepada warga. Sebab, para relawan bersentuhan langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi lingkungan sekitar.
“Relawan memiliki posko yang sangat dekat dengan masyarakat. Dengan begitu, sosialisasi bisa dilakukan lebih cepat dan lebih mudah diterima warga,” katanya.
Sekretaris Panitia, Rachamni Arif, menambahkan kegiatan tersebut juga menjadi bentuk persembahan para relawan dalam memperingati hari jadi Kota Palangka Raya.
“Konvoi ini juga dalam rangka mengingat HUT Pemerintah Kota Palangka Raya ke-61 dan hari jadi ke-69 Kota Palangka Raya yang dipersembahkan oleh para relawan,” ungkap Arif.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, Urianinu Napulangit, mengapresiasi keterlibatan para relawan dalam menjaga keselamatan masyarakat.
Ia menyebut penanganan kebakaran tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk relawan yang berada di tengah lingkungan warga.
“Kolaborasi antara Dinas Damkar dan relawan sangat penting. Tidak hanya ketika terjadi kebakaran, tetapi juga dalam upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.
Urianinu berharap para relawan dapat terus aktif menyampaikan informasi mengenai bahaya kebakaran, terutama di kawasan permukiman dan area yang memiliki potensi kebakaran lahan.
Menurutnya, pendekatan melalui relawan akan lebih efektif karena masyarakat sudah mengenal dan dekat dengan mereka. Edukasi yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan warga serta mengurangi risiko kerugian akibat kebakaran.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya. Melalui kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat, upaya pencegahan kebakaran diharapkan semakin kuat, terutama menghadapi potensi kebakaran lahan yang berada dekat kawasan permukiman.
Dengan semangat kebersamaan, para relawan tidak hanya hadir saat api berkobar, tetapi juga bergerak lebih awal untuk memastikan masyarakat lebih siap menghadapi ancaman kebakaran. (red/am)













