Muara Teweh, Nusaborneo.com – Aksi pembantaian menggemparkan terjadi di kawasan Timber Dana, wilayah perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, Minggu (19/4/2026) sore. Satu keluarga diserang brutal oleh orang tak dikenal (OTK). Lima orang tewas di lokasi, sementara satu korban lainnya kritis.
Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB dan langsung memicu kepanikan warga sekitar. Seluruh korban diketahui merupakan warga Desa Benangin II, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara.
Lima korban meninggal dunia masing-masing bernama Cuah, Hasna, Tasya, David, dan Ono. Sementara satu korban selamat, Alfian, kini menjalani perawatan intensif akibat luka berat yang dideritanya.
Camat Teweh Timur, Mundawan, membenarkan para korban adalah warganya. “Benar, seluruh korban merupakan warga Desa Benangin II,” ujarnya singkat.
Polres Barito Utara bergerak cepat menangani kasus yang diduga sebagai pembunuhan berencana tersebut. Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febiyanto menegaskan tim gabungan telah diterjunkan untuk memburu pelaku.
“Kami sudah menurunkan personel ke lapangan. Pelaku sedang kami kejar dan kami optimistis segera tertangkap,” tegas Singgih.
Di lokasi kejadian, aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, serta mengumpulkan sejumlah barang bukti. Garis polisi dipasang di area kejadian untuk kepentingan penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Barito Utara AKP Ricky Hermawan mengatakan penyidik masih mendalami motif penyerangan tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan lebih dari satu pelaku.
“Tim masih bekerja maksimal di lapangan. Kami minta masyarakat bersabar dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.
Hingga Senin pagi, polisi belum mengungkap identitas pelaku maupun motif di balik pembantaian sadis itu. Aparat juga meningkatkan kewaspadaan di wilayah perbatasan guna mencegah gangguan keamanan susulan.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena terjadi di kawasan perbatasan yang selama ini dikenal rawan akses dan minim pengawasan. Polisi memastikan pengejaran terus dilakukan sampai pelaku ditangkap. (red)













